bisnis-ekonomi

OJK Pastikan Stabilitas Keuangan RI Tetap Kuat, IHSG Catat Rekor Baru di Tengah Dinamika Global

Minggu, 14 September 2025 | 08:59 WIB
OJK mengklaim stabilitas sektor keuangan RI tetap terjaga. (menpan.go.id) (menpan.go.id)

wartajatim.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sektor jasa keuangan Indonesia masih dalam kondisi stabil dan tangguh, meskipun dihadapkan pada tantangan global serta dinamika politik dan ekonomi dalam negeri.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan hasil rapat dewan komisioner bulanan pada 27 Agustus 2025 yang menunjukkan bahwa fondasi keuangan nasional tetap solid. Ia memastikan likuiditas perbankan maupun lembaga jasa keuangan lain berada pada level memadai, dengan tingkat solvabilitas yang juga aman.

“Rapat dewan komisioner bulanan OJK pada 27 Agustus 2025 menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil di tengah dinamika global dan domestik,” ujar Mahendra dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga: JP Morgan Optimistis IHSG Cerah di 2025, Konsumsi Domestik dan Rupiah Stabil Jadi Penopang Pertumbuhan

Mahendra menambahkan bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Intermediasi perbankan terus berjalan, sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang stabil.Di sektor pasar modal, optimisme pelaku usaha tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus rekor tertinggi sepanjang Agustus 2025.

“Di pasar modal IHSG mencatat rekor tertinggi di Agustus 2025 meskipun dinamika dalam negeri dalam sepekan terakhir ini berdampak terbatas pada volatilitas pasar saham,” jelas Mahendra.

Selain memastikan daya tahan sektor keuangan, OJK juga memperkuat koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga kepercayaan publik. Mahendra menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga menjadi kunci dalam memitigasi risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

Baca Juga: Perbankan RI Masih Tangguh, OJK Pastikan Stabilitas Meski Pertumbuhan Kredit Turun di Juli 2025

“Koordinasi dan sinergi dengan seluruh anggota KSSK juga terus dipererat dalam menjaga dan memitigasi potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan,” katanya.

OJK juga menginstruksikan lembaga jasa keuangan untuk menyiapkan langkah antisipatif agar layanan tetap berjalan normal. Lembaga pengawas ini kini tengah melakukan pendataan serta evaluasi menyeluruh guna menyiapkan opsi kebijakan berbasis data akurat yang bisa segera diterapkan jika kondisi memburuk.

Dengan kondisi yang terjaga, OJK berharap kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan tetap kuat, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

(FN)

Tags

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB