Wartajatim.co.id - Dorongan agar UMKM Indonesia tampil di pasar global semakin kuat seiring meningkatnya mutu produk dan semangat berinovasi.
Pelaku usaha kecil kini tidak hanya kompetitif di dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian pembeli dari mancanegara berkat kualitas dan keunikan yang ditawarkan.
Salah satu contoh yang menonjol datang dari Kota Solo. EANK Solo, usaha yang dirintis Eko S. Muryanto sejak 2014, lahir dari kegelisahan pecinta burung terhadap sangkar yang mudah rusak serta melimpahnya limbah pipa PVC dan akrilik yang belum termanfaatkan optimal.
Baca Juga: Kredit Konsumer BRI Tembus Rp216,26 Triliun per Agustus 2025, Didorong Kinerja BRIguna dan KPR
Bahan buangan itu diolah menjadi sangkar burung dan akuarium yang kokoh, tahan lama, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.
“Limbah pipa PVC yang biasa orang kenal dengan paralon ini, ya kita manfaatkan menjadi kerajinan sangkar dan akuarium berkualitas,” ungkap Eko.
Berkat performanya, produk EANK Solo cepat diterima komunitas pencinta burung dan ikan hias di berbagai daerah.
Permintaan domestik yang terus naik kemudian menjadi batu loncatan untuk menembus pasar luar negeri.
Kini, EANK Solo tercatat telah mengekspor ke Singapura, Taiwan, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Eko menuturkan capaian tersebut tidak terjadi dalam semalam. Sejak 2016, EANK Solo aktif mengikuti pembinaan BRI melalui Rumah BUMN BRI Solo yang membekali dasar manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan, strategi pemasaran digital, hingga penguatan merek.
Sejak 2022, EANK Solo juga rutin ikut pameran yang diinisiasi BRI, termasuk BRI UMKM EXPO(RT), yang membuka peluang bertemu langsung dengan calon buyer internasional.
“Dulu kami UMKM yang masih gaptek. Di Rumah BUMN BRI Solo, kami mulai belajar dasar-dasar manajemen usaha mulai dari manajemen keuangan, strategi pemasaran di e-commerce, hingga branding agar produk lebih dikenal." jelas Eko.
Baca Juga: BRI Genjot KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Presiden: Akad Massal 26.000 Debitur