jawa-timur

Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Sulur Kembang untuk Melestarikan Seni Tradisional dan Regenerasi Budaya di Kalangan Anak Muda

Senin, 21 April 2025 | 07:06 WIB
197 Grup Tari Ramaikan Festival Sulur Kembang di Gesibu Blambangan, Banyuwangi (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berkomitmen untuk melestarikan seni tradisional daerah melalui berbagai inisiatif budaya.

Salah satu upaya terbaru adalah penyelenggaraan Festival Sulur Kembang yang berlangsung di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Festival ini diadakan selama tiga hari, dari tanggal 17 hingga 19 April 2025, dan berhasil menarik perhatian masyarakat setempat.

Baca Juga: Anggota DPRD Malang Rendra Masdrajad Safaat Soroti Keamanan Wisata Usai Insiden Jatim Park 1

Sebanyak 197 grup tari yang terdiri dari peserta tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Pertama berpartisipasi dalam festival ini.

Mereka beradu kepiawaian dalam membawakan tarian tradisional khas Banyuwangi di hadapan juri dan penonton yang antusias.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menjelaskan bahwa Festival Sulur Kembang bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan investasi budaya yang penting.

Baca Juga: Puguh Wiji Pamungkas DPRD Jatim Dorong Pembangunan Masjid di Wajak, Beri Donasi Lewat Puguh Foundation

Festival ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk bereksplorasi dan bertransformasi dalam seni tradisional.

"Lewat Sulur Kembang, kami memberi ruang untuk regenerasi, eksplorasi, dan transformasi bagi anak muda," kata Mujiono saat menghadiri malam puncak festival pada Sabtu, 19 April 2025.

Mujiono juga menambahkan bahwa Pemkab Banyuwangi secara rutin menggelar berbagai event budaya lainnya, seperti Banyuwangi Ethno Carnival dan Gandrung Sewu.

Baca Juga: Kisah Pilu Eks Pemain Sirkus Taman Safari: Dipekerjakan Sejak Kecil, Tak Tahu Siapa Orang Tuanya

Event-event ini melibatkan ribuan anak muda dan bertujuan untuk menjaga kelestarian seni tari daerah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Banyuwangi juga berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang akan mendirikan kampus di Banyuwangi. Kampus ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan seni dan budaya di daerah tersebut.

“Ini akan semakin memperkuat pendidikan seni dan budaya di Banyuwangi sekaligus melestarikan dan mengembangkannya.

Halaman:

Tags

Terkini