jawa-timur

Penanaman 1.000 Bibit Mangrove di Karangkiring Gresik oleh Pemkab dan PT Wilmar untuk Perkuat Ekosistem Pesisir dan Kurangi Emisi Karbon

Selasa, 6 Mei 2025 | 14:26 WIB
Kolaborasi Pemkab Gresik dan PT Wilmar Nabati Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Karangkiring (Foto: gresikkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Wilmar Nabati Indonesia melaksanakan penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan wisata mangrove Karangkiring pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi 2025 dan program 100 hari Nawaksara Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2025–2030.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Gresik, Penanaman mangrove ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menghadapi tantangan perubahan iklim serta memperkuat ekosistem pesisir di wilayah Gresik.

Baca Juga: Kim Tae-ri Raih Penghargaan Aktris Terbaik di Baeksang Arts Awards 2025 untuk Perannya dalam Jeongnyeon: The Star Is Born

Sebanyak 111 peserta dari berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, turut serta langsung dalam kegiatan ini.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Wilmar atas peran aktifnya dalam menjaga kelestarian lingkungan di Gresik.

Ia menegaskan, “Mangrove tidak hanya penting untuk mengurangi abrasi, tapi juga memiliki kapasitas menyerap karbon empat sampai lima kali lebih besar dari hutan tropis daratan. Ini menjadi solusi nyata untuk menurunkan emisi karbon di wilayah kita.”

Baca Juga: Presiden Prabowo Angkat Bicara Soal Isu Jokowi: Dari Dugaan Ijazah Palsu Hingga 'Boneka Kekuasaan'

Selain itu, Wabup Alif menyatakan bahwa kawasan wisata mangrove Karangkiring memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi lingkungan dan destinasi ekowisata berbasis komunitas yang dapat mendukung perekonomian lokal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari strategi besar Pemkab Gresik untuk menekan emisi gas rumah kaca melalui pendekatan ekosistem.

“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor blue carbon,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sidak Dapur MBG: Tekankan Higienitas Meski Program Capai Keberhasilan 99,99%

Data dari Aksara tahun 2024 mencatat potensi penurunan emisi dari penanaman mangrove di Gresik mencapai 2.311.054 ton CO₂ ekuivalen, dari total estimasi emisi sebesar 10,2 miliar ton CO₂ ekuivalen.

Angka ini menunjukkan betapa pentingnya rehabilitasi kawasan pesisir untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ridwan Brandes Nainggolan, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia, menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi yang terjalin sehingga kegiatan ini dapat terlaksana.

Halaman:

Tags

Terkini