WartaJatim.CO.ID -Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan komitmennya dalam memperkuat iklim investasi daerah melalui kesiapan infrastruktur dan kemudahan layanan perizinan.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menerima kunjungan kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur bersama perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Command Center Pemkab Lamongan, Rabu (7/5).
Dikutip WartaJatim dari laman Kabupaten Lamongan, Lamongan mencatatkan realisasi investasi senilai Rp2.138 triliun pada tahun 2024, menandai pertumbuhan signifikan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1.979 triliun.
Baca Juga: Ternyata Semudah Ini Cek Saldo KJP Lewat HP! Jangan Sampai Ketinggalan Dana Cairnya!
Langkah Pemkab Lamongan dalam memperkuat daya saing daerah dilakukan melalui pengembangan infrastruktur strategis yang mendukung kemudahan akses bagi investor.
Fasilitas jalan yang menghubungkan langsung ke kawasan pantura, peningkatan kapasitas listrik, serta penyediaan air bersih menjadi fokus utama pembangunan fisik daerah.
"Kami menyiapkan infrastruktur investasi untuk mendukung berkembangnya iklim investasi di Kota Soto. Seperti menyiapkan infrastruktur jalan yang aksesnya bisa langsung menuju kawasan pantura, kapasitas listrik, hingga ketersediaan air," ujar Yuhronur Efendi.
Selain infrastruktur, percepatan pelayanan perizinan menjadi prioritas guna menjamin transparansi dan akuntabilitas proses investasi.
Saat ini, Lamongan mencatat terdapat 2.014 entitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) skala besar, 107 PMDN menengah, dan 36 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang aktif beroperasi.
Pertumbuhan ekonomi Lamongan juga terus menunjukkan tren positif, dengan capaian 4,81 persen pada tahun 2024, yang menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pemkab Lamongan juga memperkenalkan sejumlah sektor unggulan yang berpotensi mendongkrak daya tarik investor, baik domestik maupun internasional.
Sektor pertanian menjadi salah satu yang menonjol, khususnya dengan luas lahan sorgum yang mencapai 300 ribu hektar.