“Sudah sepatutnya umat Hindu memperlakukan orang lain, apa pun agama, suku, dan kelas sosialnya, secara adil tanpa ada diskriminasi,” tegas Sardiyanto.
Selain Mujiono dan Sardiyanto, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Choiri Hidayat; Wakil Bupati Banyuwangi periode 2021-2024, Sugirah; serta sejumlah tokoh dari berbagai organisasi lintas agama.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan sosial dan toleransi antar umat beragama di Banyuwangi.
Perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga simbol kuatnya kerukunan dan toleransi yang telah menjadi ciri khas masyarakat Banyuwangi.
Baca Juga: Istana Buka Suara Terkait Meme Mahasiswa ITB: Pembinaan Jadi Jalan Keluarnya
Melalui perayaan ini, nilai-nilai saling menghormati dan menjaga harmoni terus dijaga dan dikembangkan demi kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis. (gha)