jawa-timur

Pemerintah Kabupaten Lumajang Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Sistem Digital Terpadu Pemantauan Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

Kamis, 26 Juni 2025 | 15:05 WIB
Pemkab Lumajang Perkuat Pengendalian Inflasi dengan Transformasi Digital Harga Bahan Pokok (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis memperkuat pengendalian inflasi daerah.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, langkah ini diwujudkan melalui transformasi sistem pengelolaan harga dan ketersediaan bahan pokok secara digital.

Agenda yang bertajuk “Integrasi Upaya Pengendalian Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok” digelar di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, pada Rabu (25/6/2025).

Baca Juga: Warga Miskin Justru Dicoret dari BPJS, Legislator Jatim Puguh Wiji Pamungkas Minta Validasi Ulang Data PBI

Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menegaskan pentingnya pengendalian inflasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Agus, pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga merupakan upaya menciptakan keadilan sosial yang menyeluruh.

“Inflasi yang tidak terkendali menyentuh daya beli, distribusi logistik, hingga stabilitas sosial. Kita tidak bisa terus bersikap reaktif. Harus dibangun sistem proaktif berbasis data,” tegasnya.

Baca Juga: Danantara-RDIF Luncurkan RIDNIP, Platform Investasi Rp37,6 Triliun untuk Sektor Strategis RI-Rusia

Untuk itu, Pemkab Lumajang menyiapkan pembangunan sebuah dashboard pemantauan harga secara real-time.

Dashboard ini akan mengintegrasikan seluruh data penting, mulai dari stok, distribusi, hingga dinamika harga bahan pokok.

Inisiatif ini juga didesain untuk memperkuat kolaborasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, distributor, dan petani lokal yang menjadi ujung tombak rantai pasok.

Baca Juga: Anti Drugs Scout Festival 2025 Lumajang Perkuat Pencegahan Narkoba pada Generasi Muda Melalui Edukasi dan Partisipasi Pramuka

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, Muhammad Ridha, menyatakan bahwa sistem digital ini diperlukan untuk mengatasi persoalan klasik keterlambatan dan ketidakakuratan data.

“Kami tak bisa lagi bergantung pada laporan manual. Sistem digital ini akan memungkinkan tindakan lebih cepat, tepat, dan berdampak langsung pada kestabilan harga di pasar,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini