“Semua kegiatan fisik dan non fisik harus dikerjakan bersama-sama melibatkan TNI, pemda, masyarakat bahkan mahasiswa dan karang taruna. TNI harus menjadi pendorong untuk menciptakan kebersamaan dan gotong royong tersebut,” tutur Danrem Kohir.
Baca Juga: Kriminolog: Wajah Tertutup Lakban, Kematian Diplomat Arya Daru Dinilai Sarat Kejanggalan
Dalam acara tersebut, Bupati Ipuk, Danrem Kohir, dan Dandim 0825 Letkol Arh. Joko Sukoyo meninjau langsung pembangunan jembatan di Desa Seneporejo, kecamatan Siliragung.
Jembatan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Seneporejo ke Desa Siliragung di Kecamatan Siliragung, serta Desa Seneporejo ke Desa Sambirejo di Kecamatan Bangorejo.
Sebelum renovasi, jembatan tersebut berupa jembatan gantung yang sempat rusak akibat banjir, memaksa warga untuk menempuh jarak lebih jauh demi menyeberang.
Baca Juga: Yel-yel “Dua Periode” Gegerkan Kongres PSI 2025, Sambut Meriah Kedatangan Prabowo di Solo!
Dandim Joko Sukoyo menyampaikan, “Adanya jembatan memangkas waktu tempuh warga antar desa, yang tadinya 30 menit menjadi hanya lima menit. Jembatan yang dibangun akan bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.”
Jembatan yang dibangun memiliki panjang 16 meter dan lebar 3,5 meter dengan target penyelesaian pada pertengahan Agustus 2025.
Pembangunan jembatan telah dimulai sejak pra TMMD, dengan proses pengerjaan yang direncanakan selama dua bulan. (gha)
“Kami menerjunkan satu SST (satuan setingkat pleton) untuk pengerjaan bersama masyarakat,” jelas Dandim. (gha)