“Kami melakukan konsultasi khusus dengan Pak Menteri untuk penerapan dana abadi bagi pembangunan di Banyuwangi,” ujar Ipuk seusai pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo dan sejumlah kepala dinas terkait.
Baca Juga: Heboh Cahaya Merah di Langit Cirebon! BRIN Pastikan Bukan UFO, tapi Meteor Raksasa Melintas Cepat
Ipuk menuturkan, sumber dana abadi tersebut akan berasal dari hasil penjualan sebagian saham Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di tambang emas Tumpang Pitu yang dikelola oleh PT Bumi Sukses Indo (BSI).
Dana hasil penjualan saham tersebut tidak akan langsung digunakan, melainkan dikelola sebagai instrumen investasi jangka panjang agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Jadi, uang hasil penjualan tidak langsung dihabiskan. Tapi, penambahan nilai dari hasil Dana Abadi itulah yang akan dijadikan sebagai stimulus pembangunan daerah,” pungkas Ipuk.
Dengan pembentukan Dana Abadi Daerah ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat fondasi fiskal dan memperluas ruang pembangunan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Banyuwangi dalam menciptakan tata kelola keuangan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (gha)