Arzad menilai pengelolaan inovasi tidak hanya berfokus pada ajang kompetisi, tetapi harus berkembang menjadi budaya kerja.
“Inovasi daerah bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas dan dampaknya bagi masyarakat. Pemerintah daerah perlu menjaga konsistensi agar budaya berinovasi tidak berhenti pada lomba, melainkan menjadi kebiasaan dalam tata kelola pemerintahan sehari-hari,” ujarnya.
Arzad juga menyampaikan bahwa self assessment indeks inovasi daerah Bojonegoro tahun 2025 berada di angka 60,77, meningkat dari capaian sebelumnya dan saat ini berstatus menunggu verifikasi UI dan Unhas.
Ia menekankan pentingnya pemerataan inovasi pada berbagai urusan pemerintahan, penguatan regulasi dan kelembagaan, integrasi data menuju super platform pelayanan publik, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual bagi para penggiat inovasi.
Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam menumbuhkan semangat inovasi daerah.
“Terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak dalam peningkatan pelayanan publik dan penerapan inovasi. Semoga semangat berinovasi ini terus tumbuh,” ungkapnya.
Bojonegoro Innovative Award 2025 menjadi bukti bahwa semangat kreativitas di Bojonegoro masih tumbuh subur.
Pemerintah berharap inovasi tidak berhenti pada gagasan, namun berlanjut hingga fase hilirisasi sehingga mampu memberi manfaat nyata, mempercepat pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Daftar pemenang Bojonegoro Innovative Award 2025 diumumkan untuk kategori OPD, Pemerintah Desa, dan Masyarakat.
Kategori inovasi OPD diraih oleh Dinas Kesehatan dengan SIGAP PLUS PSC 119 sebagai juara 1, diikuti Badan Pendapatan Daerah dengan Wizztara sebagai juara 2, dan Dinas Perhubungan dengan Apel Gratis sebagai juara 3.
Baca Juga: Pemkot Blitar Kejar Pengerjaan Proyek Drainase Strategis untuk Antisipasi Genangan Air
Harapan 1 kategori OPD diraih oleh Puskesmas Temayang dengan PELTU TATANG, Harapan 2 oleh Dinas Pendidikan dengan Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi, dan Harapan 3 oleh Dinas Kominfo dengan Sapa Bupati.