WartaJatim.CO.ID - Sahur bukan sekadar tradisi selama bulan Ramadan, tetapi memiliki peranan vital bagi kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan, sahur menyediakan asupan nutrisi dan energi penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi optimal.
Para ahli kesehatan telah mengidentifikasi berbagai risiko serius yang dapat terjadi ketika umat Muslim melewatkan waktu sahur.
Berikut ini adalah 7 dampak buruk puasa tanpa sahur bagi kesehatan tubuh:
Baca Juga: Peluncuran Indikator MCP 2025: Langkah Strategis Bondowoso Menuju Pemerintahan Bersih
1. Dehidrasi
Tidak sahur menyebabkan tubuh kekurangan asupan cairan sejak awal hari. Kondisi ini memicu gejala seperti badan lemas, sulit berkonsentrasi, mengantuk berlebihan, hingga penurunan tekanan darah.
Untuk mencegahnya, minumlah minimal dua gelas air dan konsumsi buah-buahan atau sayuran berkadar air tinggi saat sahur.
2. Tubuh Kekurangan Kalori
Puasa tanpa sahur membuat tubuh kekurangan kalori dalam waktu lebih panjang. Hal ini membuat Anda cepat lemas, lelah, dan kurang produktif dalam kegiatan sehari-hari.
Penting untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang saat sahur untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh selama berpuasa.
Baca Juga: Jelajahi Warisan Budaya: 6 Museum Terbaik di Kota Malang
3. Penurunan Berat Badan Drastis
Melewatkan sahur menyebabkan penurunan berat badan yang terlalu cepat dan tidak sehat.
Tubuh akan memecah cadangan lemak dan protein sebagai sumber energi alternatif, yang jika terjadi terus-menerus dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.
4. Melemahnya Sistem Imunitas
Daya tahan tubuh menurun akibat kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi ketika melewatkan sahur. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, menyebabkan Anda lebih mudah terkena sakit tenggorokan, sembelit, diare, flu, batuk, dan pilek.
Baca Juga: Bojonegoro Luncurkan Program Angkutan Pelajar Gratis, Wujudkan Pendidikan Tanpa Hambatan