WartaJatim.CO.ID - Dalam upaya memperkuat rekonstruksi pemikiran kebangsaan menghadapi tantangan sosial, politik, dan ekonomi, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., MH., menghadiri penutupan Kongres II Aktivis Peneleh "Jang Oetama" di Gedung Sekolah Islam Bani Hasyim, Singosari, pada Minggu (16/2) pagi.
Dikutip WartaJatim dari laman KominfoJatimProv, acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, serta sejumlah pejabat dan akademisi yang berperan dalam merumuskan rekomendasi kebudayaan bagi masa depan Indonesia.
Penutupan Kongres II Aktivis Peneleh "Jang Oetama" menjadi momentum penting dalam penyusunan rekomendasi kebudayaan bagi Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., MH., hadir mewakili Bupati Malang, bersama dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, serta sejumlah pejabat, akademisi, dan aktivis yang berkomitmen terhadap kemajuan kebudayaan nasional.
Kongres yang digelar di Gedung Sekolah Islam Bani Hasyim, Singosari, ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota DPR RI, staf khusus Kementerian Kebudayaan RI, Forkopimda Kabupaten Malang, serta perwakilan dari Yayasan Peneleh Jang Oetama dan Yayasan Bani Hasyim.
Diskusi yang berlangsung dalam kongres ini menghasilkan berbagai poin rekomendasi kebudayaan, yang berfokus pada penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai Nusantara.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Bagikan Cokelat dan Helm di Hari Valentine untuk Tertib Berlalu Lintas
"Hari ini, Kongres II Aktivis Peneleh telah merumuskan rekomendasi kebudayaan yang nantinya akan disampaikan kepada Menteri Kebudayaan RI. Hal ini sangat penting untuk masa depan kebudayaan kita," ujar salah satu peserta kongres.
Dalam acara penutupan, Wakil Bupati Malang menyaksikan langsung penyerahan cinderamata berupa buku dan keris kepada Menteri Kebudayaan RI sebagai simbol penghormatan terhadap budaya dan sejarah Indonesia.
Selain itu, acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran tamu VIP dan peserta kongres.
Dengan mengusung tema "Inisiasi Kiri Nusantara", Kongres II Aktivis Peneleh berupaya menggali kembali nilai-nilai kebangsaan berbasis religiositas dan budaya asli Nusantara.
Para aktivis yang hadir berkomitmen untuk terus memperjuangkan gagasan progresif guna membangun peradaban Indonesia yang lebih maju dan berdaulat. (***)