nasional

Gempa Bumi dengan Magnitudo 8,7 Dapat Terjadi Jika Tsunami Melanda Kulonprogo saat Lebaran 2025, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Panik

Senin, 17 Maret 2025 | 14:54 WIB
Hal yang Harus Diketahui Tentang Tsunami (https://bpbd.badungkab.go.id/).

WartaJatim.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan potensi risiko tsunami yang bisa terjadi saat musim mudik Lebaran 2025 dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta pada 11 Maret 2025.

Potensi terjadinya tsunami menurut pernyataan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, berada di sekitar Bandara New Yogyakarta International (NYIA), Kulonprogo, Yogyakarta

Dalam pernyataannya, Dwikorita menyoroti titik-titik risiko yang perlu diwaspadai, termasuk jalan underpass lintas selatan Bandara NYIA di Kulonprogo yang termasuk zona rawan tsunami.

Baca Juga: Gempa Guncang Banten dengan Kekuatan Magnitudo 5,2 Apakah Berpotensi Tsunami?

"Titik risiko yang perlu diwaspadai salah satunya, ya, jalan underpas lintas selatan Bandara Yogyakarta di Kulonprogo. Underpas di situ adalah zona rawan tsunami," ujar Dwikorita, pada Sabtu, (15/3/2025).

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah menerapkan skema buka-tutup lalu lintas di ruas masuk ke underpass tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa sistem buka-tutup tersebut berjalan harus dipastikan lancar tanpa hambatan.

Baca Juga: Adanya Potensi Tsunami saat Lebaran 2025, BMKG Siap Memberikan Informasi Peringatan Dini Terkait Tsunami

Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi kepadatan kendaraan dalam terowongan jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat seperti tsunami.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah kesiapsiagaan dan mitigasi risiko.

"Kita tidak perlu panik. Kita tidak perlu takut. Tapi kita paham mitigasi terhadap tsunami," ujarnya.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan 250 Personel di 24 Titik Pos Pantau Pesisir Surabaya

Ia menjelaskan bahwa DIY berada di zona subduksi sepanjang 150-200 km, di mana tempat pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang membentuk zona megathrust dan berpotensi memicu gempa bumi besar.

Kulon Progo bagian selatan masuk dalam zona merah tsunami karena lokasinya dekat dengan Samudra Hindia dan berada di wilayah yang terdampak aktivitas zona subduksi tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini