WartaJatim.CO.ID - Dunia seni Indonesia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Musisi legendaris Titiek Puspa berpulang pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB, di usia 87 tahun. Kepergiannya membawa duka mendalam bagi insan seni dan masyarakat Indonesia.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang kiprah Titiek sebagai sosok seniman yang gigih memperjuangkan budaya Tanah Air.
“Dedikasi dan semangat beliau dalam berkarya akan selalu menjadi inspirasi,” tulis Prabowo melalui akun Instagram @prabowo, Jumat (11/4/2025). “Inspirasi ini khususnya penting bagi para seniman dan generasi muda bangsa,” tambahnya.
Baca Juga: Titiek Puspa dan Jejak Istana: Mengalun Hingga Eropa Bersama Lensois
Titiek Puspa memang bukan nama sembarangan di kancah seni musik Indonesia. Di era Presiden Soekarno, ia menjadi bagian dari grup musik The Lensoist, kelompok musisi yang dibentuk langsung oleh Bung Karno sebagai bentuk perlawanan budaya terhadap invasi musik Barat, terutama rock n roll dan pop yang sedang naik daun saat itu.
Bersama Bing Slamet, Nien Lesmana, dan Munif A. Bahasuan, Titiek Puspa ikut menggaungkan musik dan tari lenso sebagai simbol identitas budaya nasional.
Grup musik ini bahkan kerap tampil dalam kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno ke berbagai negara. Mereka memperkenalkan budaya Indonesia melalui panggung-panggung internasional di Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Belanda, Prancis, Hungaria, Rumania, dan Aljazair.
Baca Juga: Titiek Puspa Wafat: Peninggalan Sang Legenda Musik Indonesia dari Era Soekarno hingga Kini
Lewat The Lensoist, Titiek Puspa menjadi saksi sekaligus pelaku upaya Indonesia mempertahankan kedaulatan budayanya dari pengaruh neokolonialisme budaya.
Kini, suara emas itu telah tiada. Namun, warisan semangat dan karyanya tetap hidup dalam sejarah musik Indonesia. Selamat jalan, Ibu Titiek. Terima kasih atas semua karya dan cintamu untuk negeri. (NAR)