Baca Juga: Gubernur Jabar Serahkan Bantuan Rp300 Juta untuk Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari
"Berapa yang tidak tahu asal usulnya?" tanya Dedi dalam kesempatan yang sama.
"Ada 20-an orang, Pak Dedi," jawab salah satu eks pemain sirkus OCI Taman Safari.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik karena melibatkan institusi besar seperti Taman Safari Indonesia yang selama ini dikenal sebagai tempat wisata keluarga terkemuka di Indonesia.
Dugaan eksploitasi terhadap anak-anak yang kemudian dipaksa menjadi pemain sirkus tanpa persetujuan orangtua mereka membuka mata masyarakat tentang praktik-praktik tidak manusiawi yang mungkin terjadi di balik gemerlap pertunjukan sirkus.
Berbagai pihak kini menanti langkah konkret yang akan diambil oleh Gubernur Jawa Barat untuk membantu para eks pemain sirkus menemukan identitas asli dan keluarga mereka.
Baca Juga: Gubernur Jabar Serahkan Bantuan Rp300 Juta untuk Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari
Kasus ini juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi industri hiburan agar lebih memperhatikan aspek perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak-hak anak.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Sosial juga diharapkan dapat berperan dalam penanganan kasus ini, mengingat dugaan eksploitasi anak yang terjadi merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak.
Sementara itu, pihak Taman Safari Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang dilontarkan oleh para eks pemain sirkus.
Masyarakat menantikan tanggapan pihak manajemen Taman Safari terhadap kasus yang kini menjadi perhatian publik tersebut. (SAZ)
Penulis: Sabrina Zainita