WartaJatim.CO.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi hangat diperbincangkan karena seringkali membuat konten terkait kinerjanya. Dirinya bahkan dijuluki ‘gubernur konten’ oleh masyarakat Indonesia.
Dedi menanggapi julukan tersebut ketika membagikan sejumlah uang 25 juta rupiah kepada para siswa yang menjadi petugas upacara Hari Kebangkitan Nasional.
Upacara tersebut diadakan pada Selasa, 20 Mei 2025, di Gedung Sate, Bandung.
"Saya kasih bonus untuk petugas upacara Rp25 juta untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing, dapat uang saku, makannya enak, tidurnya nyenyak, berubah mental, bajunya bagus, pulang dapat bonus, gratis lagi" ucap Dedi dalam pidatonya kepada para siswa petugas upacara Harkitnas 2025.
Baca Juga: Dari Hasil Ngonten, Dedi Mulyadi Hadiahi Petugas Upacara Harkitnas di Gedung Sate Rp25 Juta
Barulah setelah itu dia menyinggung julukannya sebagai gubernur konten karena kerap mengunggah aktivitasnya di akun media sosial pribadinya. Selain itu, Dedi juga membahas pertanyaan tentang dirinya yang memberikan uang ke warga.
Dedi menjawab bahwa uang tersebut berasal dari hasil konten yang selama ini diunggahnya. "Saya selalu ditanya, duitnya dari mana? ladang ngonten!," tegas Dedi.
Gubernur Jawa Barat tesebut menganggap bahwa julukan gubernur konten adalah julukan yang baik. Dirinya tidak mempermasalahkan hal itu selagi dapat menjalankan tugasnya sebagai gubernur.
Baca Juga: Ibrahim Sjarief Wafat di 47 Tahun, Sosok Pengacara Ternama dan Suami Najwa Shihab
Menurutnya, julukan gubernur konten lebih baik daripada dianggap sebagai gubernur atau kepala daerah yang molor atau sering tidur.
"Disebut gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit diberikan kepada rakyat, ketimbang jadi kepala daerah yang molor," terang Dedi.
Selama masanya menjabat, dirinya mengakui lebih nyaman dikenal dengan branding gubernur konten daripada julukan lainnya.
"Daripada gubernur yang tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing (tidak mau saya)," tandasnya. (DAT)