nasional

Dedi Mulyadi Blak-blakan: Siswa Tawuran di Purwakarta, Orang Tua Kirim ke Barak Militer

Jumat, 23 Mei 2025 | 16:11 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.

WartaJatim.CO.ID - Sedang ramai diperbincangkan terkait rencana kebijakan siswa kategori 'nakal' di Jawa Barat (Jabar) yang akan dikirim ke barak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebelumnya diketahui, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengklaim kebijakan itu bertujuan untuk mengatasi masalah sebagian siswa yang berusia remaja kini kerap terlibat kasus tindak kriminal.

Terkini, Dedi mengungkap adanya pengiriman siswa nakal ke barak militer di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jabar.

Baca Juga: Ramai Siswa Nakal Dikirim ke TNI, Pengamat Nilai Kebijakan Dedi Mulyadi Belum Tegas

Gubernur Jabar itu menyebut siswa-siswa yang masuk kategori nakal itu telah diizinkan oleh orang tuanya untuk mendapatkan pendidikan selama 6 bulan di barak militer.

"Siswa-siswa (nakal) sudah masuk ke mobil Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat)," tutur Dedi sebagaimana dilansir dari Instagram @dedimulyadi71 yang diposting pada Kamis, 1 Mei 2025.

Dedi menyebut, siswa-siswa nakal asal Purwakarta itu diduga terlibat tawuran hingga menyalahgunakan obat terlarang atau narkoba.

"Mereka akan mengikuti pendidikan, dan rata-rata mereka adalah (yang diduga terlibat) tawuran, merokok, dan bahkan ada yang pakai narkoba," sebutnya.

Baca Juga: Usai Viral Menangis Saat Tertibkan Lahan, Dedi Mulyadi Sindir Orang Kaya yang Suka Liburan ke Alam

Gubernur Jabar itu menghampiri salah satu orang tua siswa nakal itu untuk menanyakan terkait jenjang pendidikan sang anak hingga permasalahannya.

"Ini saya bersama, orang tua yang hari ini anaknya akan masuk ke barak, Nanti (anaknya) 6 bulan di barak, mudah-mudahan anak bapak jadi tentara nanti, pelatihan dari sekarang, kelas berapa anak bapak?" tanya Dedi ke salah satu orang tua siswa di Purwakarta.

"Kelas 9 (SMP), masalahnya itu kemarin ikut tawuran, melawan anak sekolah lain. ada korban juga katanya," jawab salah satu orang tua siswa.

Baca Juga: Korban Selamat Tawuran Loncat dari Jembatan Petekan Surabaya

Kemudian, Dedi menilai siswa yang terlibat tawuran itu lantaran mereka tidak sendiri, jadi para siswa nakal itu merasa tidak takut.

Halaman:

Tags

Terkini