nasional

IHSG Tersungkur Pasca Reshuffle Kabinet, Menko Airlangga Pastikan Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara

Jumat, 19 September 2025 | 10:55 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto angkat bicara terkait rupiah hingga IHSG yang anjlok usai reshuffle Kabinet Merah Putih. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official) (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

wartajatim.co.id - Pasca-reshuffle Kabinet Merah Putih yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025), pasar keuangan domestik langsung bereaksi. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun ke zona merah.

Pada perdagangan Selasa (9/9/2025), mayoritas sektor saham masih terkoreksi. IHSG ditutup melemah 1,78% ke level 7.628,60, sedangkan indeks LQ45 turun 1,74% ke 769,92. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.791,33 hingga 7.619,71.

Tercatat 465 saham melemah, 222 saham menguat, dan 118 stagnan, dengan nilai transaksi harian Rp24,9 triliun dan volume 39,7 miliar saham.

Sementara dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.465.Menanggapi gejolak pasar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelemahan rupiah maupun IHSG tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Baca Juga: Satgas PHK Segera Terealisasi, Airlangga Pastikan Proses Aturan Sudah Berjalan

Menurutnya, kondisi ini hanya bersifat sementara dan lebih banyak dipengaruhi sentimen ketimbang faktor fundamental ekonomi.

“Ini kan temporary (sementara),” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga gejolak pasar berpeluang segera mereda.

“Pertama fundamental kuat, berarti ini kan masalahnya sentimen. Jadi kalau masalah sentimen itu tentu kita lihat dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah tentu ini akan berbalik,” jelasnya.

Baca Juga: Menko Perekonomian Sebut Investasi Semester I-2025 Capai Rp942 Triliun, 1,2 Juta Tenaga Kerja Terserap

Airlangga bahkan mencontohkan fenomena serupa ketika pemerintah meluncurkan Danantara. Saat itu, pasar sempat melemah sesaat namun segera kembali menguat.

“Ini mirip pada saat Danantara di-launch, kan turun sebentar kemudian naik lagi,” tuturnya.

Salah satu sorotan utama dalam reshuffle adalah pergantian Menteri Keuangan, di mana Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk menggantikan Sri Mulyani. Namun, Airlangga menilai perubahan tersebut tidak akan membawa dampak besar terhadap kepercayaan pasar.

Baca Juga: OJK Pastikan Stabilitas Keuangan RI Tetap Kuat, IHSG Catat Rekor Baru di Tengah Dinamika Global

Halaman:

Tags

Terkini