WartaJatim.CO.ID - Video seorang ibu hamil yang dievakuasi melalui tebing curam di Desa Batu Busuak, Pauh, Sumatera Barat, viral di media sosial pada Selasa, 16 Desember 2025. Akses jalan menuju desa pedalaman itu terputus setelah banjir bandang melanda wilayah Sumbar pada akhir November lalu.
Dalam video yang diunggah akun Facebook Harapan Amal Mulia, terlihat ibu hamil berjalan perlahan menuruni bebatuan licin. Ia didampingi petugas TNI dan warga yang memegang tangannya agar tidak terpeleset. Medan yang dilalui tampak sangat terjal, dengan permukaan berbatu dan tanah yang rawan longsor.
Unggahan tersebut menerangkan bahwa jalur penghubung antardesa hilang terbawa aliran sungai setelah banjir bandang menerjang. Cerukan sungai baru terbentuk, membuat warga tak lagi memiliki akses jalan aman untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Senyum Polos di Tengah Banjir Aceh, Dua Bocah Pengungsi Bahagia Terima Madu dan Kurma
“Bikin kita sadar kalau di tengah bencana, akses jalan sepenting itu,” tulis pengunggah. Situasi semakin mendesak karena ibu hamil dalam video disebut sedang menunggu waktu kelahiran. Warga dan petugas terpaksa mencari jalur alternatif berupa bukit terjal demi memastikan keselamatannya.
“Evakuasi ibu hamil, tinggal menunggu hari H,” tulis keterangan dalam video tersebut. Proses evakuasi tampak memerlukan tenaga ekstra karena kontur bebatuan sangat licin. Meski warga sekitar sendiri tengah menghadapi kesulitan akibat bencana, mereka tetap bergotong royong membantu.
TNI dan warga bahu membahu menuntun ibu hamil tersebut melewati medan ekstrem. Pemandangan itu memperlihatkan kondisi daerah terdampak yang masih terisolir dan membutuhkan perbaikan akses segera.
Baca Juga: Bocah Pengungsi Banjir Aceh Bikin Haru Relawan, Minta Selimut Lebih untuk Ibunya
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur di wilayah rawan bencana sangat penting bagi keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil. Hingga kini, akses jalan menuju desa Batu Busuak masih diupayakan pemulihannya oleh pihak berwenang.
(SW)