WartaJatim.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan jaminan bahwa upaya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tidak akan berdampak negatif pada tenaga honorer dan program beasiswa pendidikan di Indonesia.
Kepastian ini disampaikan Sri Mulyani untuk meredam kekhawatiran di tengah rencana pemerintah melakukan penyesuaian anggaran.
"Kami memastikan tidak ada PHK di Kementerian dan Lembaga, yang berarti seluruh tenaga honorer akan tetap bekerja," tegas Sri Mulyani.
Baca Juga: Menjelajahi 8 Cafe Instagramable di Malang: Tempat Makan Keluarga yang Wajib Dikunjungi
Pernyataan ini memberikan angin segar bagi para tenaga honorer yang sebelumnya khawatir akan nasib mereka.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mendukung akses pendidikan.
Beasiswa KIP untuk 1.040.192 mahasiswa dipastikan tetap berjalan dengan pagu anggaran awal sebesar Rp 14,69 triliun. "Beasiswa KIP akan tetap utuh," tegasnya.
Baca Juga: Apel Pagi Penuh Haru: Iwan Kurniawan Akhiri Masa Tugas Sebagai Pj. Wali Kota Malang
Tidak hanya KIP, beasiswa lain seperti LPDP yang diberikan kepada 40.030 penerima, serta beasiswa yang dikelola Kemendikbud dan Kementerian Agama, seperti Beasiswa Indonesia Bangkit, juga dipastikan tidak akan terpengaruh.
Kebijakan efisiensi anggaran ini diambil pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.
Namun, Sri Mulyani menekankan bahwa efisiensi tidak akan dilakukan dengan mengorbankan sektor-sektor krusial seperti pendidikan dan tenaga kerja honorer.
Baca Juga: 30 Pemuda Gresik Terpilih Jadi Agen Perubahan dalam Bimtek KIPAN 2025
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kebutuhan masyarakat.
(***)