wartajatim.CO.ID – Mobil matic semakin digemari masyarakat berkat kemudahan berkendara tanpa perlu repot menginjak kopling atau memindahkan gigi. Namun, anggapan bahwa mobil matic lebih boros bahan bakar dibandingkan mobil manual masih banyak dipercaya.
Padahal, menurut sejumlah pakar otomotif, efisiensi BBM pada mobil matic sangat dipengaruhi oleh cara penggunaan dan perawatan. Jika dipahami dengan benar, mobil matic justru bisa sama hematnya, bahkan lebih efisien daripada mobil manual.
Seorang konsultan otomotif dari Suzuki Margonda Depok menjelaskan, “Konsumsi bahan bakar pada mobil matic tidak hanya ditentukan jenis transmisinya, melainkan juga gaya mengemudi dan perawatan. Pengemudi yang cerdas akan tahu kapan harus menginjak gas dan kapan harus memanfaatkan momentum.”
Baca Juga: Mobil 7 Seater Bekas di Bawah Rp100 Juta, Pilihan Praktis untuk Keluarga dan Transportasi Online
Teknologi Transmisi Modern
Mobil matic keluaran terbaru umumnya dibekali sistem transmisi canggih seperti CVT (Continuously Variable Transmission) serta fitur start-stop otomatis yang mematikan mesin saat berhenti. Teknologi ini membantu menekan konsumsi BBM.
Namun, bobot kendaraan juga memegang peranan. Karena memiliki komponen tambahan pada sistem transmisi, mobil matic biasanya lebih berat dibanding manual. Semakin berat mobil, semakin besar tenaga mesin yang dibutuhkan, sehingga konsumsi bahan bakar lebih tinggi.
Gaya Mengemudi yang Efisien
Selain teknologi, kebiasaan pengemudi juga berpengaruh besar. Berkendara agresif, seperti sering menekan pedal gas secara tiba-tiba atau mengerem mendadak, membuat BBM lebih cepat terkuras.
Baca Juga: Mengenal The Beast, Mobil Kepresidenan AS Super Canggih yang Ditumpangi Trump dan Putin di Alaska
Sebaliknya, mengemudi dengan halus dan stabil dapat menghemat konsumsi bahan bakar. “Kebiasaan berkendara sangat menentukan. Dengan pola mengemudi yang tenang, konsumsi BBM bisa jauh lebih irit,” kata salah satu pakar otomotif dari Honda Outside Java.
Memahami Cara Kerja Transmisi Otomatis
Transmisi otomatis bekerja dengan menyesuaikan perpindahan gigi berdasarkan beban mesin dan kecepatan. Bila pengemudi sering memaksa mobil berakselerasi di kecepatan rendah, konsumsi BBM akan meningkat signifikan.
Teknik sederhana seperti menjaga putaran mesin (RPM) di level optimal, menghindari idle terlalu lama, hingga memanfaatkan momentum saat melaju di jalan menurun bisa membantu menekan penggunaan BBM.
Baca Juga: Mobil Listrik 2025 Mulai Rp184 Juta, Ini 5 Rekomendasi Terjangkau dari Wuling hingga Neta
Perawatan dan Tekanan Ban
Aspek lain yang kerap diabaikan adalah tekanan ban. Ban dengan angin kurang membuat mesin bekerja lebih berat, sehingga BBM terkuras lebih cepat.
Selain itu, perawatan rutin seperti penggantian oli transmisi sesuai jadwal juga penting agar sistem transmisi bekerja maksimal. Jika semua faktor ini diperhatikan, mobil matic bisa menjadi pilihan yang nyaman sekaligus efisien.