wartajatim.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar training of trainer (ToT) Satgas Kampung Pancasila tingkat kota di Graha Sawunggaling, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini diikuti seluruh kepala perangkat daerah (PD), camat, hingga lurah se-Kota Surabaya, baik secara daring maupun luring.
Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kepala BPBD Kota Surabaya sekaligus Ketua Satgas Kampung Pancasila, Irvan Widyanto. ToT ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan Kampung Pancasila di 1.360 kampung yang akan dimulai serentak pada Senin (11/8/2025).
“Tim Satgas tingkat kota akan diperkuat, setiap RW akan memiliki penanggung jawab dari dinas terkait. Filosofi Pancasila dan agama memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong, itu yang kita wujudkan di kampung,” kata Wali Kota Eri.
Baca Juga: Rahasia UMKM Surabaya Tumbuh Pesat, BPR Lokal Jadi Solusi Cepat dan Mudah Modal Usaha!
Dalam pelatihan ini, Pemkot melibatkan narasumber di bidang public speaking dan pengelolaan media sosial. Setelah ToT, Satgas Kota akan memberi pembekalan kepada ASN pendamping Kampung Pancasila di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Program Kampung Pancasila mengacu pada Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor: 100.3.3.3/142/436.1.2/2025 yang ditetapkan 2 Juli 2025. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampung Madani, dengan tujuan membentuk RW yang kuat, mandiri, dan berkarakter Pancasila.
“Kampung Pancasila bergerak di berbagai bidang, mulai dari lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, hingga sosial budaya. Keberhasilan kampung akan diukur berdasarkan capaian di empat bidang tersebut,” jelas Eri.
Baca Juga: 242 Ribu Siswa di Surabaya Jadi Sasaran Program Cek Kesehatan Gratis 2025
Ketua Satgas Kampung Pancasila, Irvan Widyanto, menambahkan bahwa struktur Satgas RW dibagi menjadi empat pokja: lingkungan, kemasyarakatan, sosial budaya, dan ekonomi. Masing-masing dikoordinasikan oleh PD terkait seperti DLH, Satpol PP, Dinkes, dan Dinkopdag.
Penilaian awal akan dilakukan di setiap RW untuk mengukur kondisi kampung, seperti keberadaan pemilahan sampah, siskamling, atau jam malam anak. ASN pendamping kemudian akan melakukan evaluasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.
“Jika ada kekurangan, ASN pendamping akan melakukan pendekatan dengan program yang ada atau melalui pendekatan kemasyarakatan. Total 1.360 Kampung Pancasila akan bergerak bersama mulai Senin,” pungkas Irvan.
(NR)