wartajatim.CO.ID Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius untuk lima tahun ke depan. Lembaga ini berencana menambah jumlah perusahaan tercatat di pasar modal menjadi 1.200 emiten pada tahun 2029, sekaligus mendorong valuasi pasar hingga menembus Rp20 ribu triliun.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan bahwa strategi ini tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas perusahaan yang melantai di bursa.
“Targetnya di 2029 ada sekitar 1.200. Ini juga dilakukan terus dengan mempertimbangkan adanya jumlah perusahaan-perusahaan yang masuk lighthouse,” ujar Iman saat konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025).
Baca Juga: Merespon Trading Halt di BEI, Presiden Prabowo: Indonesia Punya Kekuatan, Jangan Rendah Diri
Perusahaan “lighthouse” yang dimaksud adalah perusahaan unggulan yang menjadi panutan di industrinya masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendorong minat perusahaan lain untuk ikut mencatatkan sahamnya di BEI. Hingga 8 Agustus 2025, BEI mencatat ada 954 emiten aktif.
Sepanjang tahun berjalan, sudah ada 14 emiten saham dan 2 emiten Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang berhasil masuk ke bursa dengan total nilai emisi Rp8,49 triliun. Selain itu, terdapat 13 calon emiten yang sedang berada di pipeline IPO hingga akhir 2025 dengan potensi nilai efektif emisi sebesar Rp16,65 triliun.
Iman menambahkan, target ini sejalan dengan agenda pemerintah yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan likuiditas perdagangan saham dari Rp12,58 ribu triliun pada 2024 menjadi Rp20 ribu triliun di 2029.
Baca Juga: Targetkan Pendapatan Naik 30 Persen Usai IPO, Optimisme BAIK Melakukan Perluasan Pasar
“Sehingga dampaknya adalah market cap, valuasi perusahaan tercatat menjadi sekitar Rp20 ribu triliun di 2029,” tegasnya.
Upaya BEI ini diharapkan dapat memperluas akses pendanaan bagi perusahaan, memperkuat kepercayaan investor, dan mendorong pertumbuhan industri pasar modal di Indonesia. Dengan adanya roadmap yang jelas, BEI optimistis target ambisius ini bisa terwujud.
(FN)
Artikel Terkait
Saham CBDK Resmi Melantai di BEI! Oversubscribed 344 Kali, Apa Rencana Besarnya?
Saham CBDK Melonjak Tajam, Jadi Saham Teraktif di Bursa, Transaksi Sentuh Rp 1,60 Triliun!
IHSG Terjun Bebas: Bursa Efek Indonesia Hentikan Perdagangan Saham Sementara
Apa Itu Trading Halt? Mengapa dan Berapa Lama Perdagangan Saham Dihentikan?
Trading Halt IHSG Hari Ini: Kebijakan Baru BEI untuk Stabilitas Pasar
Soroti Gejolak Bursa Saham, Menko Airlangga Hartarto: IHSG Masih Negatif, tapi Sudah dalam Tren Positif