• Sabtu, 18 April 2026

IHSG Berpeluang ke 7.600, Namun Dibayangi Risiko Global

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 13 April 2026 | 14:42 WIB
Ilustrasi: Fluktuasi saham Dok: Pexels (Dok: Pexels)
Ilustrasi: Fluktuasi saham Dok: Pexels (Dok: Pexels)

WartaJatim.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada pekan ini dengan target menuju level 7.600, meskipun dibayangi volatilitas akibat sentimen global.

Berdasarkan analisis Phintraco Sekuritas, IHSG diprediksi bergerak dalam rentang resistance di 7.600, pivot di 7.500, dan support di 7.300.

Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global, terutama kinerja indeks saham Wall Street yang mencatatkan penguatan mingguan terbaik sejak November 2025, meskipun ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu.

Namun demikian, ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar.

Baca Juga: Prabowo Temui Putin, Bahas Energi hingga Posisi Geopolitik Indonesia

Kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan risiko geopolitik, terutama terkait stabilitas distribusi energi dunia melalui Selat Hormuz.

Kondisi ini membuat investor cenderung bersikap wait and see, serta mengalihkan sebagian dana ke aset safe haven, sehingga berpotensi menekan pasar saham dan meningkatkan volatilitas, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.

Analis pasar modal Hendra Wardana menilai bahwa IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak fluktuatif setelah sebelumnya mengalami penguatan teknikal.

Dengan posisi penutupan di kisaran 7.458 pada akhir pekan lalu, IHSG masih berpotensi menguat secara terbatas, namun ruang kenaikannya relatif sempit karena tekanan dari sentimen global.

Baca Juga: Viral Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Padalarang, Kereta Sempat Terlambat 2 Menit

Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji resistance di area 7.500 hingga 7.550, sementara support penting berada di kisaran 7.308–7.346.

Dalam skenario negatif, jika ketegangan geopolitik meningkat, IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam hingga ke level 7.300 bahkan 7.200 akibat tekanan jual dan potensi arus keluar modal asing.

Sebaliknya, jika tensi global mereda, indeks berpeluang menguat menuju 7.550 hingga 7.600, meskipun kenaikannya diperkirakan tetap terbatas.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang layak dicermati investor, seperti BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL, dan BRIS, seiring peluang pembagian dividen yang menarik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X