bisnis-ekonomi

VIVO dan APR Batal Beli BBM Pertamina, Kandungan Etanol 3,5 Persen Jadi Sorotan Publik

Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:51 WIB
Pertamina buka suara soal kandungan etanol dalam BBM setelah sejumlah perusahaan swasta batal membeli 40 ribu barel BBM. (Unsplash/aldrinrachmanpradana) (Unsplash/aldrinrachmanpradana)

Roberth menegaskan, praktik pencampuran etanol dalam BBM sudah diterapkan secara luas di berbagai negara.

Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat program Renewable Fuel Standard (RFS) yang mewajibkan bensin mengandung E10 (10 persen etanol), bahkan tersedia varian E85 untuk kendaraan khusus.

Sementara di Brasil, etanol berbasis tebu telah digunakan hingga 27 persen dalam bensin. Negara itu bahkan dikenal sebagai pasar kendaraan etanol terbesar di dunia.

Kebijakan serupa juga berlaku di Uni Eropa lewat Renewable Energy Directive (RED II), yang mendorong penggunaan E10 di Prancis, Jerman, dan Inggris.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di SPBU Shell: Kuota Impor Dibatasi, Pertamina Jadi Harapan Baru Pasokan Bensin

Di Asia, India tengah menargetkan campuran 20 persen etanol pada 2030 sebagai bagian dari strategi energi rendah karbon.

“Penggunaan etanol dalam BBM bukan hal baru, melainkan praktik yang sudah mapan secara global,” ujar Roberth menegaskan kembali.

Komitmen Pertamina Menuju Energi Bersih

Pertamina memastikan akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan memperluas penggunaan energi terbarukan.

“Kehadiran BBM dengan campuran etanol menjadi bukti bahwa Indonesia siap mengikuti praktik terbaik internasional demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Roberth.

Baca Juga: Pertamina dan PLN Gandeng Danantara Kembangkan 1.130 MW Energi Panas Bumi Melalui Geothermal

Dengan langkah ini, Pertamina menunjukkan bahwa kebijakan pencampuran etanol bukan sekadar inovasi teknis, tetapi juga komitmen strategis menuju masa depan energi hijau di Indonesia.

(FN)

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB