bisnis-ekonomi

Krisis BBM SPBU Swasta Kian Parah, Bahlil Lahadalia Buka Suara dan Bongkar Fakta Kuota Impor 110 Persen

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:39 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bantah soal halangi investasi SPBU swasta. ((Instagram/kesdm))

 

WartaJatim.CO.ID - Polemik terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta kian menjadi sorotan publik.

Setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kini para pengusaha SPBU swasta kembali mendatangi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mencari kepastian atas kelangsungan investasi mereka di Indonesia.

Langkah ini diambil karena sebagian besar SPBU swasta mengaku mengalami kesulitan pasokan BBM dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan bisnis, terutama bagi mereka yang mengandalkan impor bahan bakar sebagai sumber utama distribusi.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di SPBU Shell: Kuota Impor Dibatasi, Pertamina Jadi Harapan Baru Pasokan Bensin

Bahlil Bantah Pemerintah Mengganjal SPBU Swasta

Menanggapi isu yang menyebutkan adanya upaya pemerintah menjegal investasi SPBU swasta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Ia memastikan bahwa pemerintah justru telah memberikan dukungan penuh kepada pengusaha dengan menambah kuota impor BBM bagi SPBU swasta pada tahun 2025.

“Semuanya kita kasih, bukan enggak kita kasih. Jadi apanya? 110 persen itu kan harusnya sudah paten kali itu kan. Jadi apanya investasi yang kita halangi,” ujar Bahlil saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jumat (10/10/2025). 

Menurut Bahlil, tahun ini pemerintah memberikan izin impor 100 persen kepada SPBU swasta dan menambahkannya 10 persen dari tahun sebelumnya. Langkah itu, kata dia, menjadi bukti bahwa pemerintah mendukung penuh sektor energi swasta untuk tumbuh dan berkontribusi bagi perekonomian nasional. 

Baca Juga: VIVO dan APR Batal Beli BBM Pertamina, Kandungan Etanol 3,5 Persen Jadi Sorotan Publik

Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan bahwa meskipun pemerintah terbuka terhadap investasi, pelaku usaha tetap harus tunduk pada regulasi yang berlaku. “Menyangkut SPBU swasta, ki menghargai semua investasi yang ada, tapi swasta juga harus mengikuti aturan yang ada, bukan berarti kita tidak membiarkan semuanya,” tegasnya.

Pengusaha Swasta Cari Kepastian di BKPM

Sebelumnya, pada Selasa (7/10/2025), sejumlah pengusaha SPBU swasta melakukan pertemuan dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Jakarta. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan kekhawatiran mengenai masa depan investasi di tengah kekosongan stok BBM yang terus berlanjut.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima surat resmi dari para pelaku usaha. Surat itu berisi permintaan klarifikasi mengenai kepastian dan keberlanjutan investasi mereka di sektor energi.

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB