Baca Juga: Krisis BBM di SPBU Swasta, Pemerintah Tambah Kuota Impor 10 Persen dan Bantah Monopoli Pertamina
“Jadi kita kumpul pada hari ini karena memang masuknya surat dari para pelaku usaha ini, swasta ini, kepada Kementerian kami mengenai kepastian dan kelangsungan investasi mereka di negara kita,” jelas Todotua dalam konferensi pers di kantor BKPM.
Todotua menambahkan bahwa pemerintah akan terus hadir dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan, koordinasi antara kementerian terkait akan dilakukan untuk mencari solusi terbaik yang tidak merugikan pelaku usaha maupun kepentingan nasional.
“Negara tetap hadir dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi,” ujarnya.
Baca Juga: Wamen ESDM Ungkap BBM Non-Subsidi di SPBU Swasta Kosong karena Konsumsi Naik 1,4 Juta KL
Kolaborasi dengan Pertamina Gagal Terlaksana
Untuk menanggulangi kekosongan pasokan BBM di SPBU swasta, sebelumnya sempat muncul rencana kolaborasi antara pengusaha SPBU swasta dengan Pertamina. Melalui kerja sama ini, SPBU swasta diharapkan dapat membeli base fueldari Pertamina sebagai alternatif ketika kuota impor mereka habis.
Rencana tersebut disepakati dalam pertemuan antara Bahlil dan empat perusahaan SPBU swasta di kantor Kementerian ESDM pada 19 September 2025.
Dalam kesepakatan itu, Pertamina bersedia menjual bahan bakar dalam bentuk dasar (base fuel) yang belum mengalami pencampuran, sehingga setiap SPBU dapat menyesuaikan komposisi bahan bakar sesuai kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: ESDM Ungkap Alasan BBM di SPBU Swasta Masih Langka Meski Sudah Ada Kesepakatan dengan Pertamina
“Syaratnya adalah harus berbasis base fuel, artinya belum bercampur-campur, jadi ibarat bikin teh kalau awalnya Pertamina mau jual sudah jadi teh, sekarang mereka bilang jangan teh, air panas saja, jadi produknya saja nanti dicampur di masing-masing tangki SPBU. Ini juga sudah disetujui, ini solusi,” terang Bahlil kala itu.
Namun, rencana kerja sama tersebut akhirnya tidak dapat dilanjutkan. Penyebabnya, base fuel milik Pertamina diketahui mengandung etanol sebesar 3,5 persen, sehingga tidak sesuai dengan standar operasional yang diterapkan oleh SPBU swasta.
Dampak bagi Dunia Usaha dan Investasi
Kondisi kekosongan BBM yang dialami SPBU swasta dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi di beberapa wilayah dan memperlambat perputaran ekonomi lokal. Beberapa pelaku usaha mengaku terpaksa menutup sementara stasiun pengisian karena tidak adanya stok bahan bakar.
Baca Juga: SPBU Swasta Akhirnya Setuju Impor BBM Lewat Pertamina, Ada 3 Syarat Penting yang Wajib Dipenuhi
Artikel Terkait
Pasokan BBM dan LPG Jawa Timur Aman Jelang Iduladha 1446 H, Pertamina Patra Niaga Siapkan Penyaluran Maksimal
Distribusi BBM di Bondowoso Tetap Aman dan Terkendali Meski Jalur Gumitir Ditutup, Sinergi Pemkab dan Pertamina Terus Dijaga
Biar Nggak Boros, Begini 4 Cara Jitu Menghemat BBM Mobil Matic yang Wajib Diketahui Pengemudi
BBM SPBU Swasta Kosong Meski Kuota Impor Naik 10%, Bahlil: Kalau Kurang Silakan Beli di Pertamina
Mobil Kecil Jadi Pilihan Favorit Warga Kota: Praktis, Hemat BBM, dan Mudah Parkir