• Sabtu, 18 April 2026

Menteri Wihaji Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Madiun untuk Cegah Stunting

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 27 Februari 2025 | 12:55 WIB
Kota Madiun Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Anak (Foto: madiunkota.go.id)
Kota Madiun Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Anak (Foto: madiunkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji berkunjung ke Kota Madiun pada Rabu (26/2).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Madiun, Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD.

Program MBG ini tidak hanya ditujukan untuk anak sekolah, tetapi juga akan diperluas untuk bumil, busui, dan balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Baca Juga: Video Ibu Guru Salsa Joget Tanpa Busana Viral: Apa yang Terjadi?

Wakil Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, yang mendampingi menteri, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Madiun siap membantu dan mensukseskan program tersebut.

"Pemerintah daerah memiliki sejumlah tugas, seperti penyiapan data sasaran, petugas pendistribusian, hingga pengawasan," kata Wawali.

Program MBG tambahan ini memerlukan perlakuan berbeda, karena pendistribusian akan dilakukan langsung ke tempat tinggal sasaran.

Baca Juga: Kembali Hadirkan PAK RAMAH, Paket Ramadan Hotel Aria Gajayana Malang Makin Beragam

Berbeda dengan MBG untuk anak sekolah yang cukup diantar ke lokasi sekolah, program ini membutuhkan kendaraan dan petugas pendistribusian.

Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan dilibatkan dalam pendistribusian menggunakan kendaraan dinas yang sebelumnya digunakan untuk penyuluhan keluarga.

"Arahan dari bapak menteri tadi lebih kepada pengawasannya. Jangan sampai MBG ini tidak tepat sasaran," jelasnya.

Baca Juga: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan Gelar Pasar Murah untuk Warga

Wawali menekankan bahwa sasaran balita harus dimakan oleh balita itu sendiri, dan ibu hamil serta menyusui harus mengonsumsinya.

Dengan bertambahnya sasaran MBG, diperlukan tambahan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Saat ini, setidaknya dibutuhkan 18 dapur umum lagi untuk memenuhi kebutuhan MBG anak sekolah, sementara baru ada satu dapur umum di Kota Madiun. "Prinsipnya Pemkot Madiun siap berkolaborasi dan mendukung program ini," pungkasnya. (gha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X