• Sabtu, 18 April 2026

Wakil Bupati Bondowoso Pimpin Penanganan Darurat Banjir Bandang di Desa Sumber Salak dan Wonosari untuk Memulihkan Infrastruktur

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 17 Maret 2025 | 13:08 WIB
Wakil Bupati Bondowoso Tindak Lanjuti Banjir Bandang dengan Penanganan Darurat di Dua Desa (Foto: bondowosokab.go.id)
Wakil Bupati Bondowoso Tindak Lanjuti Banjir Bandang dengan Penanganan Darurat di Dua Desa (Foto: bondowosokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pada hari Jumat, 14 Maret 2025, Wakil Bupati Bondowoso, As'at Yahya Safi'i, S.E, bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melaksanakan penanganan darurat pascabencana alam banjir bandang yang melanda Desa Sumber Salak di Kecamatan Curahdami dan Desa Wonosari di Kecamatan Grujugan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bondowoso, Bencana ini telah menyebabkan kerusakan yang signifikan, memicu respons cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan.

Dalam upaya pemulihan, Wabup As'at Yahya Safi'i menekankan pentingnya tindakan segera untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Baca Juga: Ingin Hidup Lebih Bermakna? Temukan Rahasia Mindful Living Sekarang!

Langkah-langkah ini sangat penting untuk mencegah meluapnya air ke permukiman warga saat terjadi peningkatan debit air di masa mendatang.

Sebagai bagian dari upaya ini, pihaknya telah mengajukan surat pernyataan Bupati mengenai status tanggap darurat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bertemu Rektor! Mahasiswa BEM SI: Kebebasan Bersuara Harus Tetap Dijaga

Surat tersebut akan menjadi dasar untuk melaksanakan perbaikan melalui dana yang tersedia dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat.

Bupati Abdul Hamid Wahid, M. Ag, juga mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam melaksanakan kerja bakti guna memulihkan kerusakan akibat bencana.

Baca Juga: Tunjangan Guru Langsung Cair ke Rekening! Begini Cara Cek Info GTK 2025

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menurunkan alat berat untuk mengangkat material-material seperti batu, kayu, dan tanah dari sungai.

Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kapasitas sungai ke kondisi normal, sehingga dapat menampung debit air yang lebih besar di masa mendatang. (gha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X