Sebelum acara tasyakuran malam, pada siang harinya, Bupati Gus Barra bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan ziarah kubur ke makam para mantan bupati Mojokerto.
Ziarah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan pengingat sejarah bagi masyarakat.
Beberapa makam yang dikunjungi antara lain makam alm. Suwandi, Raden Adipati Tjondronegoro Sarimbit, Raden Tumenggung Panji Tjondro Negoro, dan sejumlah tokoh penting lainnya yang pernah memimpin Mojokerto.
Baca Juga: Tantangan UMKM di Era Digital: Ini 6 Hambatan Besar dan Cara Ampuh Menaklukkannya!
Setelah ziarah, Bupati Gus Barra menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mojokerto yang membahas sejarah dan penetapan hari jadi Kabupaten Mojokerto.
Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa hari jadi Kabupaten Mojokerto ditetapkan berdasarkan peristiwa yang juga dianggap sebagai hari lahirnya Kerajaan Majapahit.
Hal ini menegaskan akar sejarah dan budaya yang kuat di daerah ini.
Baca Juga: Rockstar Games Rilis Trailer Kedua GTA VI, Tampilkan Kisah Cinta Kriminal di Vice City
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan masyarakat dalam menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (Kar)
Artikel Terkait
Tradisi Istimewa Grebeg Kupat Tumpeng Syawalan
Instansi Maritim Situbondo Beri Kejutan Tumpeng di HUT Korps Polairud ke-74
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra Resmi Buka Muscab Pramuka Mojokerto, Dorong Ide Segar dan Kepemimpinan Kuat
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa Dukung Kegiatan Lintas Agama Melalui Pelantikan Badan Musyawarah Gereja Kabupaten Mojokerto
Bupati Mojokerto Resmikan Lima Proyek Strategis Menyambut Hari Jadi ke-732 untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat