WartaJatim.CO.ID - Peringatan Bersih Desa di Kelurahan Kepanjenkidul berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 16 April hingga 10 Mei 2025.
Acara puncak perayaan ini digelar pada Sabtu, 10 Mei 2025, dengan dihadiri langsung oleh Walikota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.H.I.
Dikutip WartaJatim dari laman Kota Blitar, Walikota Blitar secara resmi memberangkatkan pawai budaya yang dimulai dari Lapangan Kelurahan Kepanjenkidul.
Baca Juga: Cha Eun-woo Comeback Lewat Drama Superhero Netflix Sebelum Wamil!
Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas berkah dan keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, Bersih Desa juga menjadi sarana doa dan penghormatan kepada arwah para leluhur yang telah mendahului.
Dalam sambutannya, Walikota Blitar menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi yang sarat nilai budaya ini.
Baca Juga: Kota Blitar Jalin Kerja Sama Strategis dengan Enam Kota Lain untuk Perkuat Ekonomi dan Pembangunan Daerah
“Semoga melalui Bersih Desa ini, kita semua dapat menjaga tradisi dan budaya, khususnya budaya Jawa,” ujar Mas Ibin.
Tahun 2025, peringatan Bersih Desa di Kepanjenkidul tampil lebih istimewa dengan mengangkat berbagai kearifan lokal.
Beberapa kegiatan yang ditampilkan antara lain sendratari, kirab budaya, dan kembul bujono sewu takir yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat.
Baca Juga: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Bintangi Drama Romantis Multibahasa di Netflix!
Lurah Kepanjenkidul, Iwan Suharno, menjelaskan bahwa rangkaian acara telah dimulai sejak bulan April dengan berbagai aktivitas.
Kegiatan tersebut meliputi lomba e-Sport, basket mini, kerja bakti serentak, khotmil Qur’an, ziarah pepunden, dan mocopatan.
Puncak acara berupa pawai budaya menelusuri rute Jalan Melati, Veteran, Mastrip, Anggrek, dan kembali ke Jalan Melati.
Baca Juga: Kementerian Koperasi RI Resmi Menutup 62 Koperasi Nonaktif di Kota Blitar Tahun 2025
Untuk memperkuat unsur budaya, tahun ini juga ditampilkan sendratari Rampokan Macan yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
“Kegiatan Bersih Desa ini rutin diperingati setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya yang harus terus dijaga secara turun-temurun,” ungkap Iwan.
Tradisi Bersih Desa memiliki akar kuat dalam budaya Jawa dan kepercayaan masyarakat setempat yang mengandung nilai spiritual dan sosial.
Baca Juga: SMA Nahdlatul Ulama Sumenep Gelar Tasyakuran Kelulusan Kelas XII dengan Pesan Semangat dan Masa Depan Gemilang
Artikel Terkait
Pemkot Blitar Gelar Audiensi Bersama Tim Pendamping Kemenkes untuk Rencana Program Kesehatan Terpadu
Puncak Perayaan HUT ke-23 Radio Mahardhika Kota Blitar Dimeriahkan Lomba Kreatif dan Santunan Sosial
Pesta Rakyat Meriah Tutup Perayaan Hari Jadi ke-119 Kota Blitar dengan Launching Program Unggulan Wali Kota
Wakil Bupati Malang Dorong Transformasi Seni Budaya Melalui Teknologi Digital untuk Pelestarian Warisan Lokal
Warisan Budaya Idul Adha: Tradisi Unik dan Ritual Berbeda di Berbagai Wilayah Indonesia dan Dunia