• Sabtu, 18 April 2026

Lutfiana Lukman Hakim Pimpin Karnaval SD Bangkalan Meriahkan HUT ke‑80 RI dengan Kostum Budaya, Profesi, dan Tokoh Pahlawan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 06:44 WIB
Karnaval Sekolah Dasar Bangkalan: Kostum Warna‑warni dan Semangat Nasionalisme di Pendopo Agung (Foto: bangkalankab.go.id)
Karnaval Sekolah Dasar Bangkalan: Kostum Warna‑warni dan Semangat Nasionalisme di Pendopo Agung (Foto: bangkalankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Karnaval tingkat SD Bangkalan mengubah Halaman Pendopo Agung menjadi tampilan warna‑warna kostum adat, seragam profesi, dan sosok pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Acara resmi dibuka oleh Lutfiana Lukman Hakim, Ketua TP‑PKK Kabupaten Bangkalan, bersama jajaran Forkopimda dan OPD setempat.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bangkalan, Pelaksanaan berlangsung pada Senin, 11 Agustus 2025, sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke‑80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Reed Diffuser vs Mist Diffuser: Mana yang Paling Wangi, Estetik, dan Cocok untuk Ruangan Anda?

Lokasi karnaval melintasi area bersejarah Pendopo Agung Bangkalan dan jalan‑jalan sekitarnya, menarik perhatian warga dan pejabat.

Sebanyak tiga puluh dua regu dari berbagai sekolah dasar di kabupaten berpartisipasi, menampilkan kostum yang memadukan motif budaya lokal, pakaian profesi, serta tokoh‑tokoh pahlawan.

Penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar hiburan; ia merupakan sarana menanamkan nasionalisme, kebersamaan, dan kreativitas pada anak‑anak.

Baca Juga: Labuan Bajo Bersiap Sambut Festival Golo Koe 2025, Perpaduan Religi, Budaya, dan Pariwisata Kelas Dunia

“Sejak dini, anak‑anak diperkenalkan dengan ragam budaya dan adat istiadat sebagai kekayaan Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kreativitas,” ujar Lutfiana Lukman Hakim.

Setiap tim menyiapkan kostum selama berminggu‑minggu, menggabungkan kain tradisional, elemen profesi (dokter, guru, petani), dan representasi pahlawan seperti Ir. Soekarno serta Cut Nyak Dien, dinilai dari kreativitas, kekompakan, dan kesesuaian tema.

Baca Juga: Pemprov Jatim Resmi Batasi Sound Horeg, Ada Aturan Kebisingan 120 dBA dan Larangan Lokasi!

Suasana semarak dipenuhi sorak penonton, senyum ceria peserta, dan alunan musik tradisional yang mengiringi prosesi hingga berakhir dengan kegembiraan, menunjukkan dukungan kuat masyarakat terhadap program edukasi dan budaya. (gha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X