• Sabtu, 18 April 2026

Kasus DBD Meledak di Kediri! Warga Diminta Waspada, Dinkes Bergerak Cepat!

Photo Author
Karyati Niken, Wartajatim.co.id
- Rabu, 12 Februari 2025 | 07:00 WIB
Kasus DBD di Kediri (foto: dok. istimewa)
Kasus DBD di Kediri (foto: dok. istimewa)

KEDIRI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kediri terus meningkat. Hingga awal Februari 2025, jumlah penderita mencapai 35 orang, naik dari 31 kasus pada pekan sebelumnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bergerak cepat dengan melakukan fogging di beberapa titik rawan, termasuk di Kelurahan Bandar Kidul dan Dandangan.

Kepala Kelurahan Bandar Kidul, Herro Sudarmawan, mengatakan pihaknya langsung mengajukan permintaan fogging setelah tiga warganya terjangkit DBD. "Rata-rata yang terkena adalah anak-anak, sebagian sudah membaik setelah menjalani perawatan," ujarnya saat mendampingi petugas di lokasi fogging, Kamis (6/2/2025).

Lonjakan kasus DBD di Kediri juga dibarengi dengan peningkatan Chikungunya. Jika bulan lalu hanya tercatat 85 kasus, kini jumlahnya melonjak menjadi 159. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kediri, Hendik Supriyanto, menjelaskan bahwa fogging dilakukan untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor penular penyakit ini.

"Kami berharap fogging ini efektif dalam menekan perkembangbiakan nyamuk. Namun, masyarakat juga harus berperan aktif dengan menjaga kebersihan lingkungan," ujar Hendik.

Selain fogging, Dinkes Kediri juga menggencarkan sosialisasi gerakan 3M: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Baca juga: Empat Sekolah di Kediri Berburu Gelar Adiwiyata 2025, Pemkot Turun Tangan!

Musim hujan membuat perkembangbiakan nyamuk meningkat drastis. Hendik mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri sendi, atau munculnya ruam kulit.

Pemerintah Kota Kediri terus mengawasi perkembangan kasus ini dan mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. "Jaga kebersihan, jangan beri nyamuk kesempatan berkembang biak. Pencegahan adalah kunci utama!" tegas Hendik.

Dengan berbagai langkah ini, diharapkan angka kasus DBD di Kediri dan Chikungunya dapat ditekan, sehingga masyarakat bisa terhindar dari ancaman wabah yang lebih luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Karyati Niken

Terkini

X