WartaJatim.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD terus dimatangkan di Kota Madiun.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Madiun, Setelah melakukan peninjauan simulasi pengolahan makanan hingga pendistribusian, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji memberikan pengarahan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Pengarahan tersebut berlangsung di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun pada Rabu (26/2) siang. Menteri Wihaji menekankan pentingnya pendistribusian paket MBG yang akan dilakukan oleh ratusan TPK.
Baca Juga: Dugaan Penyebaran Video Ibu Guru Salsa: Apakah Pacar Online yang Terlibat?
Paket MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan didistribusikan langsung ke tempat tinggal sasaran.
“Kalau dikumpulkan di satu tempat jelas tidak mungkin. Makanya, perlu petugas untuk mendistribusikan. Beruntung kita punya tim pendamping keluarga,” kata Menteri Wihaji.
Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan data sasaran yang diperkirakan mencapai lebih dari sepuluh ribu orang.
Baca Juga: Advokasi Sekolah Ramah Anak dan Pemenuhan Hak Anak di Magetan
Sasaran tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Satu petugas TPK diharapkan dapat mengantarkan ratusan paket.
Menteri Wihaji juga memberikan motivasi kepada TPK untuk menjalankan tugas ini dengan baik.
Program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah dan santri di pondok pesantren, tetapi juga dikembangkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Baca Juga: Isu Penarikan Dana Massal Nasabah: Cuitan Kekhawatiran Warga X
Pemenuhan gizi bagi ketiga sasaran ini diharapkan dapat menekan angka stunting di Kota Madiun.
Simulasi pengolahan hingga pendistribusian telah dilakukan dan ditinjau langsung oleh Menteri Wihaji. (gha)