WartaJatim.CO.ID - Pantai Boom Marina di Banyuwangi kini mulai menarik perhatian komunitas kapal yacht dari berbagai negara. Dermaga yacht ini akan segera dilengkapi dengan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
Dengan adanya TPI, kapal yacht internasional dapat langsung sandar di Banyuwangi tanpa harus mengurus perizinan di Bali.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan memberikan kemudahan bagi pemilik yacht yang ingin berkunjung.
Baca Juga: Pertamina EP Regional Jawa Tanggap Banjir: Salurkan Bantuan untuk 720 KK Korban Banjir di Bekasi
Setiap hari, dermaga Boom Marina dipenuhi dengan kapal yacht yang bersandar, menandakan meningkatnya minat wisatawan asing.
Pada tahun 2024, Banyuwangi bahkan menjadi tuan rumah ekspedisi Sail 2 Indonesia Rally, yang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata bahari.
Sebelumnya, kapal yacht yang ingin berlabuh di Banyuwangi harus mengurus izin melalui TPI Tanjung Benoa di Bali.
Baca Juga: Menlu Sugiono Dorong Solidaritas dan Peran Aktif OKI dalam Isu Palestina di Konferensi Jeddah
Namun, dengan rencana pembangunan TPI di Boom Marina, proses ini akan menjadi lebih efisien dan cepat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan, “Dengan dibukanya TPI di Boom Marina, pemilik yacht bisa langsung mengurus di Banyuwangi. Kami berterima kasih kepada Kantor Imigrasi yang terus berupaya memberi layanan keimigrasian terbaik di Banyuwangi.”
Ipuk juga menambahkan bahwa pertemuannya dengan Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Banyuwangi, Eko Juniarto, membahas rencana pembangunan TPI yang saat ini sedang dalam proses.
“Dengan ada TPI ini, akan mendorong pengembangan pariwisata internasional di sini,” kata Ipuk. Eko Juniarto menjelaskan bahwa selama ini kapal yacht yang ingin masuk Banyuwangi harus mengurus izin di TPI Tanjung Benoa Bali.
“Saat ini kami sudah bersurat ke direktorat jendral imigrasi untuk menjadikan Boom Marina pelabuhan khusus untuk sandar kapal yacht yang dilengkapi TPI. Alhamdulillah kami mendapatkan support dan semoga SK-nya turun dalam jangka waktu dekat,” kata Eko.
Eko juga memaparkan sejumlah rencana kerja lainnya yang akan dilakukan oleh Kantor Imigrasi di tahun 2025. Di antaranya adalah layanan jemput bola untuk pengurusan paspor bagi orang sakit.