WartaJatim.CO.ID – Indonesia menyatakan kekecewaannya terhadap ketidakmampuan Konferensi High Contracting Parties (HCP) to the Fourth Geneva Convention untuk dilaksanakan.
Konferensi yang dijadwalkan pada tahun 2025 ini ditugaskan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam mengimplementasikan Konvensi Jenewa di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur.
Namun, Indonesia bersama negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menolak proses konferensi yang dianggap tidak berimbang.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Candi Sumberawan: Asal-Usul, Keunikan, dan Aktivitas Wisata
Mereka menilai bahwa konferensi ini gagal menyoroti kegagalan Israel dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Jenewa.
Selain itu, pendudukan ilegal yang dilakukan oleh Israel juga tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dalam forum tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
Baca Juga: Proyek Normalisasi Sungai Bekasi Terhambat! Dedi Mulyadi: “Sungai Disertifikatkan, Ini Jahat!”
"Indonesia akan terus konsisten dalam posisinya selama ini untuk memperjuangkan hak rakyat Palestina dan mendorong kepatuhan Israel terhadap hukum internasional," ungkap seorang pejabat pemerintah Indonesia.
Pernyataan ini mencerminkan tekad Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina dalam menghadapi tantangan yang ada.
Dengan latar belakang ini, Indonesia berupaya untuk mendorong dialog yang konstruktif dan berimbang di forum internasional.
Baca Juga: Heboh! Tanah Bantaran Sungai di Bekasi Berstatus Hak Milik, Gubernur Jabar: “Harus Dicabut!”
Kegagalan konferensi HCP ini menjadi sorotan penting bagi komunitas internasional dalam upaya mencapai solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. (Kar)
Artikel Terkait
Masyarakat Gaza Palestina Mulai Gunakan Masjid Syeikh Azlin Karya Ridwan Kamil untuk Sholat Tarawih
Indonesia Melawan Palestina Digelar di GBT Surabaya
Primaland Komitmen Meningkatkan Penjualan Properti dan Optimis Targetkan Donasi 1,5 M untuk Palestina
Universitas Brawijaya Memberikan Beasiswa untuk Mahasiswa Palestina sebagai Bentuk Dukungan
Kedubes Palestina Berikan Penghargaan kepada Kantor Imigrasi Malang atas Penegakan Hukum Berlandaskan Kemanusiaan