“Gresik sering disebut sebagai miniatur Indonesia karena keragaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan secara damai. Perbedaan bukanlah penghalang, justru menjadi kekuatan dalam kebersamaan,” ungkapnya.
Menurut Daniel, pemerintah dan gereja harus menjadi mitra yang sehat dan harmonis dalam mendukung pembangunan.
Ia juga mendorong terciptanya ruang-ruang dialog terbuka antaragama untuk mempererat keharmonisan.
“Mari kita jadikan BAMAG tidak hanya sebagai lembaga formal, tetapi juga sebagai mitra yang aktif hadir di tengah masyarakat. BAMAG harus menjadi pembawa damai, harapan, dan solusi bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua BAMAG Kabupaten Gresik yang baru dilantik, Pdt. Royke William David, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemkab Gresik kepada kepengurusan BAMAG sebelumnya.
“Banyak kegiatan keagamaan dan sosial yang telah mendapat dukungan dari Pemkab Gresik, termasuk bantuan sosial. Kami menyampaikan terima kasih, dan ke depan BAMAG siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan, baik internal maupun dalam kolaborasi bersama pemerintah daerah,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Kembali Sindir Ariel NOAH, Ahmad Dhani Tagih Royalti Lagu Almarhum Titiek Puspa ‘Kupu-kupu Malam’
Dengan pelantikan ini, diharapkan sinergi antara BAMAG dan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga dapat menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan daerah dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Gresik. (gha)