WartaJatim.CO.ID - Menjelang Ramadan 2025, lonjakan harga kebutuhan pokok mulai terasa di Kabupaten Gresik. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 1,77% pada Maret 2025.
Kenaikan ini mencerminkan tekanan harga musiman, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Gresik, Indeks Harga Konsumen (IHK) Gresik turut mengalami kenaikan dari 104,45 pada Februari menjadi 106,36 pada Maret 2025.
Menurut BPS, lonjakan inflasi bulanan dipicu oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran yang cukup signifikan.
Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 7,25% dan memberikan andil 0,83% terhadap inflasi keseluruhan.
Kenaikan ini terjadi seiring berakhirnya potongan tarif listrik dari PLN yang sebelumnya meringankan beban rumah tangga.
Baca Juga: Momentum Apel Perdana: Bupati Lukman Hakim Dorong Pengawasan Internal di Bangkalan
Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 2,02% dengan andil sebesar 0,68%, didominasi oleh naiknya harga bawang merah dan cabai rawit di pasaran.
Selain itu, kelompok kesehatan juga memberikan andil 0,19% terhadap inflasi, setelah mencatatkan kenaikan harga sebesar 7,19% akibat penyesuaian tarif layanan di RSUD Ibnu Sina.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Ir. Indriya Purwaningsih, MT, menyampaikan bahwa inflasi saat ini mencerminkan dampak dari momen musiman serta kebijakan yang tengah diberlakukan.
Baca Juga: Film Komang: Angkat Kisah Nyata Perjuangan Raim Laode yang Mengubah Hidup Banyak Orang
“Inflasi sebesar 1,77% pada Maret 2025 dipengaruhi oleh faktor musiman, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Kami mengimbau masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan pemerintah daerah menjaga ketersediaan pasokan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan harga atau deflasi sepanjang bulan Maret.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat deflasi sebesar 0,09%, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,10%.
Artikel Terkait
Pasar Murah Lebaran 1446 H di Kabupaten Malang: Solusi Cerdas Menekan Inflasi dan Memenuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat
Pemkot Malang Berkomitmen Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri 1446 Hijriah Melalui Strategi Pengawasan dan Stabilitas Harga
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Dipimpin Menteri Dalam Negeri di Magetan: Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Kenaikan Harga Pangan
Kabupaten Gresik Berpartisipasi dalam Panen Raya Padi Serentak Nasional untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan di Indonesia
Prabowo Klaim Utang dan Inflasi Indonesia Masih yang Terkecil di Dunia: Kita Jangan Terlalu Takut