jawa-timur

Inovasi Edufarm Kebun Melon Premium di Bojonegoro: Dorong Kemandirian dan Kreativitas Masyarakat

Kamis, 17 April 2025 | 09:52 WIB
Kemandirian Masyarakat Bojonegoro: Edufarm Melon Premium di Desa Sukorejo (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mendorong kemandirian dan inovasi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Salah satu contoh nyata dari upaya tersebut dapat dilihat di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo.

Di desa ini, kebun melon premium berbasis edufarm menjadi pionir dalam menggabungkan sektor pertanian, pendidikan, dan pariwisata.

Baca Juga: Upaya Nyata Mengurangi Stunting: TP PKK Bojonegoro Berikan Bantuan Gizi di Kecamatan Malo

Pada Selasa, 15 April, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono, melakukan kunjungan langsung ke lokasi kebun melon milik Yayasan Kabel Wahid Indonesia.

Dalam kunjungannya, ia memberikan apresiasi kepada warga Malo atas inisiatif kreatif dan terobosan yang mereka lakukan dalam budidaya pertanian. Inisiatif ini tidak hanya melibatkan orang dewasa, tetapi juga anak-anak dalam proses edukatif.

“Secara tidak langsung kita memberikan pembelajaran dari hal sederhana, namun dengan cara yang sederhana ini dapat mengena di kalangan anak-anak,” terangnya memberi semangat.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Jalin Kerja Sama dengan Dubes RI untuk Nigeria dalam Memperkuat Akses Pasar UMKM ke Afrika

Model edufarm yang diterapkan di kebun melon ini memungkinkan generasi muda untuk belajar langsung dari alam. Mereka dapat terlibat dalam seluruh proses, mulai dari menanam hingga memanen.

Konsep ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai produktivitas sejak dini, tetapi juga membuka peluang untuk pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Cantika Wahono menambahkan bahwa kegiatan ini dapat dikolaborasikan dengan sektor wisata edukasi.

Baca Juga: BPBD Jatim Luncurkan Program Destana 2025 untuk 40 Desa Rawan Bencana, Dimulai di Pasuruan dan Madiun

Hal ini membuka peluang bagi masyarakat luar untuk berkunjung, membeli hasil panen, dan belajar tentang proses budidaya secara langsung. “Sekaligus secara tidak langsung akan berdampak dengan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap pendekatan sederhana namun berdampak besar ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk berinovasi.

Dengan demikian, diharapkan dapat membangun kemandirian ekonomi dari potensi yang ada di sekitar.

Halaman:

Tags

Terkini