Baca Juga: Bupati Ponorogo Gandeng NU Dorong 3.000 Hektare Sawah Beralih ke Pertanian Organik pada 2025
“Sehingga dengan adanya hal tersebut dapat membangun ekonomi kemandirian warga,” tuturnya penuh harap.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zainal Fanani, juga menambahkan bahwa Kecamatan Malo memiliki potensi besar dalam pengembangan buah-buahan premium.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tengah dikembangkan tiga varietas unggulan melon: Sweethami dari Belanda, Fujisawa dari Jepang, dan Etanon. Ketiga varietas ini tergolong melon premium yang memiliki nilai jual tinggi.
“Semoga para petani lain dapat terinspirasi untuk belajar pengembangan buah melon yang ada di Malo ini,” imbuhnya.
Suryanto, Ketua Yayasan Kabel Wahid Indonesia, menyambut baik dukungan dari pemerintah daerah.
Ia berharap kunjungan ini dapat mendorong semangat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut serta dalam pengembangan pertanian yang inovatif.
Baca Juga: Solusi Nyata Mitigasi Bencana di Kabupaten Bojonegoro: Aksi Terpadu untuk Atasi Banjir Setiap Tahun
“Agar para pemuda ikut tergugah dan bersemangat belajar pengembangan buah melon, yang nantinya akan menambah tempat wisata dalam kegiatan Medhayoh Bojonegoro,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa kemandirian masyarakat dapat tumbuh dari desa dengan ide sederhana, namun berdampak besar untuk masa depan. (gha)
Artikel Terkait
Program Pemberdayaan Ekonomi di Bojonegoro: Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin Melalui Pertanian Berbasis Sayuran
Kementerian Pertanian Gelar Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional Bersama Presiden Prabowo Subianto
Puguh DPRD Jatim Ungkap Inovasi Pertanian Vertikal: Solusi Cemerlang untuk Lahan Terbatas di Kota Malang!
Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah di Ngasem untuk Bantu Warga Dapatkan Bahan Pokok Terjangkau
Pemkab Bojonegoro Intensifkan Program Tanaman Pekarangan Keluarga untuk Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ketahanan Pangan Daerah