jawa-timur

Kampung Lobster di Banyuwangi: Pusat Budidaya dan Kuliner Lobster Laut yang Diekspor ke Taiwan dan Tiongkok

Senin, 21 April 2025 | 07:05 WIB
Kampung Lobster Banyuwangi: Sentra Budidaya dan Kuliner Lobster Eksportir ke Taiwan dan Tiongkok (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, yang dikenal dengan garis pantai terpanjang di Jawa Timur, memiliki potensi perikanan yang sangat menjanjikan.

Salah satu daerah yang menonjol adalah Desa Bangsring di Kecamatan Wongsorejo. Di desa ini, terdapat Kampung Lobster, yang berfungsi sebagai pusat budidaya lobster laut sekaligus sentra kuliner seafood.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Kampung Lobster telah berhasil mengekspor hasil budidayanya ke negara-negara seperti Taiwan dan Tiongkok. Dibuka sejak tahun 2020, Kampung Lobster menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung.

Baca Juga: Anggota DPRD Malang Rendra Masdrajad Safaat Soroti Keamanan Wisata Usai Insiden Jatim Park 1

Di sini, mereka dapat menikmati produk kuliner seafood lobster yang sangat segar, diambil langsung dari keramba budidaya yang terletak di perairan laut di depan restoran.

Kampung Lobster tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga menyediakan wisata selam untuk melihat ekosistem lobster di bawah laut.

Suwardi, Manager Kampung Lobster, menjelaskan bahwa mereka telah mengembangkan sekitar 300 keramba. Setiap keramba berisi antara 50 hingga 100 benih lobster.

Baca Juga: Puguh Wiji Pamungkas DPRD Jatim Dorong Pembangunan Masjid di Wajak, Beri Donasi Lewat Puguh Foundation

“Budidaya lobster kita mulai dari tahap awal yaitu berupa bibit. Kita membesarkannya di dasar laut dengan kedalaman 15 sampai 20 meter," ujar Suwardi kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat kunjungan pada 16 April 2025.

Lobster-lobster ini diberi pakan khusus berupa kerang hidup untuk menjaga kualitasnya.

"Kita memberikan kerang itu harus segar, nggak boleh mati karena akan memicu bakteri-bakteri yang tidak baik untuk lobster. Makanannya kerang karena proteinnya tinggi, bagus untuk perkembangan lobster," jelas Suwardi.

Baca Juga: Kisah Pilu Eks Pemain Sirkus Taman Safari: Dipekerjakan Sejak Kecil, Tak Tahu Siapa Orang Tuanya

Para penyelam lokal bertugas memberi pakan kepada lobster sekali sehari. “salah satu alasan kami memilih Bangsring karena ekosistem penyelam di sini sudah tersedia,” kata Suwardi.

Lobster siap panen ketika beratnya mencapai standar sekitar 165 gram. Hasil budidaya dari Desa Bangsring ini diekspor ke Tiongkok dan Taiwan, dengan jenis lobster yang dibudidayakan adalah lobster pasir dan lobster mutiara.

Keduanya memiliki profil rasa yang serupa, sehingga menjadi pilihan menarik bagi konsumen. “Kami kirim ekspor rata-rata per bulan sekitar 100 - 200 kg,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini