Baca Juga: Jadwal Tanggal Merah dan Libur Panjang April 2025: Saat Tepat untuk Rencanakan Waktu Istirahat
Di Kampung Lobster, pengunjung juga dapat menikmati berbagai olahan lobster yang lezat dengan resep istimewa.
Bagi penikmat citarasa asli olahan laut, mereka menyediakan lobster rebus, serta menu ikan laut, kepiting, kerang, dan cumi. “Tidak hanya lobster,” kata Suwardi menambahkan.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengapresiasi keberadaan Kampung Lobster sebagai bentuk hilirisasi produk perikanan.
Baca Juga: Viral Keluhan Petani Lampung: Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP Meski Padi Berkualitas A1
Menurutnya, budidaya lobster di keramba-keramba bawah laut ini dapat dinikmati sebagai produk kuliner. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan warga setempat.
“Apalagi Kampung Lobster ini melibatkan puluhan warga lokal Bangsring yang menjadi karyawannya. Saya sangat senang karena berdampak positif pada warga lokal,” kata Ipuk. Ia juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Tolong jaga kebersihan lingkungan sekitar sini, karena laut yang terjaga menjadi habitat yang baik bagi para penghuni laut,” imbuhnya.
Baca Juga: Harga Gabah Anjlok di Bojonegoro, Petani Curhat di Media Sosial: Payu Gak Payu, Tak Pangan Dewe
Dengan kombinasi antara budidaya lobster berkualitas dan pengalaman wisata kuliner yang menarik, Kampung Lobster menjadi ikon baru pariwisata bahari di Indonesia bagian timur. (gha)
Artikel Terkait
Panen Raya Padi Serentak di Banyuwangi: Dukungan Forpimda untuk Swasembada Pangan Nasional Bersama Presiden Prabowo
Peluncuran Layanan Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar: Solusi Transportasi Baru untuk Wisatawan
Ritual Budaya Seblang Olehsari: Daya Tarik Wisata yang Meningkatkan Pendapatan UMKM di Banyuwangi
Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso Resmi Jabat Danlanal Banyuwangi, Harapan Baru di Bumi Blambangan
Kejurprov Drag Bike Kapolresta Cup 2025: Ajang Unjuk Kemampuan 200 Dragster Muda di Banyuwangi