jawa-timur

Dewi Agustiningsih, Doktor Termuda dan Tercepat UGM Asal Banyuwangi yang Kini Jadi Dosen ITB

Selasa, 6 Mei 2025 | 11:43 WIB
Dewi Agustiningsih, Doktor Termuda Banyuwangi yang Menginspirasi Anak Muda (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bertemu dengan Dewi Agustiningsih dalam acara Halal bi Halal Ikawangi yang digelar di Bandung pada Minggu, 4 Mei 2025.

Dewi merupakan gadis asal Tukangkayu, Banyuwangi, yang berhasil meraih gelar doktor tercepat dan termuda dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Kini, Dewi mengabdi sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebuah prestasi yang mengundang decak kagum banyak pihak.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji Soetta, Janjikan Biaya Ibadah Lebih Terjangkau

Bupati Ipuk berharap Dewi dapat membagikan kisah dan motivasi kepada generasi muda Banyuwangi agar terinspirasi meraih prestasi serupa.

“Kami berharap, nanti Dewi bisa berbagi cerita, memberikan motivasi dan pengalamannya kepada anak-anak Banyuwangi lainnya,” ujar Ipuk.

Dewi adalah anak bungsu dari pasangan Suyanto dan Surahma yang berasal dari keluarga sederhana.

Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Isu Ijazah Jokowi Tak Pengaruhi Keabsahan Kebijakan Negara

Sejak SMPN 1 Banyuwangi, Dewi sudah menghadapi tantangan ketika ayahnya yang bekerja sebagai sopir honorer di Perhutani harus pensiun karena usia.

“Sejak saat itu, saya harus masuk pararel (rangking tiga tertinggi), agar dapat beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan saya,” ungkap Dewi.

Semangatnya berlanjut saat menempuh pendidikan di SMAN 1 Glagah, hingga akhirnya diterima di UGM pada 2016 dengan beasiswa penuh.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Hadiri Pelantikan Pengurus IKMPB 2025-2026 dengan Tema Kepemimpinan dan Moral di Pendopo Raden Bagus Asra

“Alhamdulillah, S1 sampai S3 saya di UGM semua lewat beasiswa,” tambahnya.

Dewi menempuh studi doktoralnya di bidang kimia dengan waktu hanya 2 tahun 6 bulan 13 hari, jauh lebih cepat dibanding rata-rata waktu studi doktoral yang biasanya 4 tahun 7 bulan.

Usianya yang baru 26 tahun juga jauh lebih muda dibanding rata-rata peraih gelar doktor yang mencapai 42 tahun 6 bulan 16 hari.

Halaman:

Tags

Terkini