jawa-timur

Bupati Bangkalan Prioritaskan Normalisasi Sungai Bandaran-Labak untuk Atasi Pendangkalan dan Dukung Aktivitas Nelayan

Jumat, 16 Mei 2025 | 11:06 WIB
Bupati Bangkalan Tinjau Pendangkalan Sungai Bandaran-Labak, Prioritaskan Normalisasi untuk Nelayan (Foto: bangkalankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Bandaran untuk memberikan santunan kepada keluarga korban tenggelam.

Kunjungan ini juga dimanfaatkan Bupati untuk berdiskusi langsung dengan warga setempat mengenai kondisi Sungai Bandaran-Labak.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bangkalan, sungai tersebut merupakan jalur utama yang sangat penting bagi aktivitas para nelayan di kawasan itu.

Baca Juga: PT. BPR Tugu Artha Sejahtera Salurkan 111 Tabungan untuk UMKM dan Tingkatkan Literasi Keuangan di Kota Malang

Dalam peninjauannya, Bupati Lukman menyoroti masalah pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi di aliran sungai.

Pendangkalan ini menyebabkan banjir saat hujan deras dan air pasang, serta menghambat nelayan dalam melaut.

“Para nelayan harus menunggu air pasang untuk bisa melaut ataupun kembali ke darat. Jika tidak, perahu mereka akan kandas karena sungai terlalu dangkal, terutama di bagian muara,” jelas Lukman.

Baca Juga: Pelatihan JITUPASNA oleh BPBD Kota Malang Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Kolaborasi

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan program normalisasi Sungai Bandaran-Labak.

Tujuannya adalah agar aliran sungai kembali dalam dan lancar sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pasang surut air laut.

“Hal ini tentu akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Malang Percepat Pengembangan Infrastruktur Digital dan Pariwisata di KEK Singhasari untuk Dorong Ekonomi Digital Jawa Timur

Pelaksanaan normalisasi masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pekerjaan Umum.

“Kita masih akan melakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi karena untuk menormalisasi aliran sungai ini dibutuhkan peralatan berat khusus berupa ponton ekskavator,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini