• Sabtu, 18 April 2026

Pelatihan JITUPASNA oleh BPBD Kota Malang Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Kolaborasi

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 15 Mei 2025 | 21:45 WIB
Pelatihan JITUPASNA di Kota Malang Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Data (Foto: malangkota .go.id)
Pelatihan JITUPASNA di Kota Malang Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Data (Foto: malangkota .go.id)

WartaJatim.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyelenggarakan pelatihan JITUPASNA atau Pengkajian Kebutuhan Pascabencana pada Rabu, 14 Mei 2025.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Kegiatan ini berlangsung di Ascent Premiere Hotel and Convention yang terletak di Kota Malang.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta Tim Penggerak PKK.

Baca Juga: Tanggapi Meme Mahasiswi ITB, Jokowi: Demokrasi Ada Batasnya, Ini Sudah Kebangetan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terencana dan berbasis data.

Meskipun statistik menunjukkan risiko bencana di Kota Malang tidak sebesar wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang tetap memiliki potensi risiko bencana yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, pengetahuan dan pelatihan JITUPASNA sangat penting untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Performa Terbaik Non Ranking dengan Tema Dewi Sekartaji di Karnaval Budaya Munas VII APEKSI 2025

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam melakukan kajian kebutuhan pascabencana secara cepat dan akurat.

“Dengan pelatihan JITUPASNA ini nantinya diharapkan kecamatan dan kelurahan bisa mengidentifikasi kebutuhan pascabencana. Supaya jika terjadi bencana kita tidak tahu ilmunya, kerugian dan kerusakanannya apa, dan bagaimana cara pemulihannya, sehingga output ketika ada kajian kebutuhan pascabencana ini menjadi lebih mudah,” ujar Prayitno.

Selain itu, Prayitno menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dan koordinasi antar pihak terkait dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga: Banyuwangi Perkuat Pengelolaan Sampah Sirkular dengan Tiga Fasilitas Baru Kapasitas 260 Ton Didukung Austria dan Uni Emirat Arab

“Karena hanya melalui sinergi yang kuat, upaya penanggulangan bencana di Kota Malang, khususnya pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dapat terlaksana dengan baik, berkelanjutan, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pelatihan JITUPASNA ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons pascabencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X