"Jangan pernah menyerah dan puas. Dalam artian suatu momen perjualan bisnis salenya itu tinggi, tapi banyak teman-teman pengusaha itu langsung cash out, foya-foya.
Kita bisa menerapkan diri kita sebagai pegawai bukan bos yang setiap bulannya mendapatkan gaji jadi setiap mendapatkan keuntungan berapapun itu untuk improvement usaha," jelas Dirham.
Dirham menambahkan pentingnya terus belajar dan berinovasi agar usaha tidak stagnan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Etik Sulistyani, mengungkapkan bahwa usai acara Megpreneur 2025, akan ada program lanjutan dan uji kompetensi yang dijadwalkan berlangsung hingga awal Juli.
"Malam ini kita belum langsung mengumumkan siapa pemenang program atau yang mendapatkan uang pembinaan.
Karena peserta akan melaksanakan post program dan uji kompetensi yang insyallah kita laksanakan 2 sampai 4 Juli.
Dan selanjutnya awarding, mudah-mudahan saat itu bisa diumumkan siapa yang mendapatkan 25 besar, dan siapa yang mendapatkan benefit modal sebanyak 15 orang," ujarnya.
Dalam penutupan Megpreneur 2025, juga diberikan penghargaan kepada peserta terbaik berdasarkan keaktifan, favorit, dan tiga peserta penerima sertifikat standar BNSP.
Megpreneur 2025 menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem wirausaha yang tangguh dan inovatif di Kabupaten Lamongan. (gha)