• Sabtu, 18 April 2026

Ziarah Makam Leluhur oleh Bupati Lamongan dan Forkopimda Sambut Hari Jadi ke-456 dengan Tema Harmoni Berdaya Saing

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 26 Mei 2025 | 12:27 WIB
Hari Jadi Lamongan ke-456: Ziarah Leluhur dan Kolaborasi Menuju Daerah Berdaya Saing (Foto: portal.lamongankab.go.id)
Hari Jadi Lamongan ke-456: Ziarah Leluhur dan Kolaborasi Menuju Daerah Berdaya Saing (Foto: portal.lamongankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Menyambut peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) yang ke-456 tahun, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan menggelar ziarah ke makam leluhur pada Minggu, 25 Mei 2025.

Ziarah tersebut dilakukan di tiga makam penting, yakni Mbah Sabilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamongan yang terletak di Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lamongan, Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pendiri Lamongan sekaligus meneguhkan nilai perjuangan yang dapat dijadikan inspirasi dalam pembangunan daerah saat ini.

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Miku Martineau? Pemeran Cantik di Balik Yumeko Kawamoto ‘Bet’ yang Bikin Penasaran!

Bupati Lamongan, yang akrab disapa Pak Yes, menegaskan bahwa ziarah ke makam leluhur bukan sekadar tradisi, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para pendiri Lamongan.

"Alhamdulillah setiap Hari Jadi Lamongan kami jadikan momentum untuk menghormati jasa leluhur yang telah membawa kejayaan Lamongan pertama kalinya. Nilai yang ditorehkan para leluhur penting dipelihara dan diterapkan pada pembangunan Lamongan saat ini," ujar Pak Yes.

Salah satu tokoh yang dihormati dalam ziarah ini adalah Rangga Hadi, Bupati Lamongan periode 1569-1607, yang dikenal dengan julukan Mbah Lamong.

Baca Juga: 10 Film Internasional Terpopuler di 2025 yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

Julukan tersebut berasal dari bahasa Jawa "Ngemong" yang berarti mengayomi, mencerminkan sifatnya yang mengayomi masyarakat dalam menyebarkan ajaran agama, mengatur pemerintahan, dan kehidupan masyarakat di kawasan Kenduruan.

Rangga Hadi juga dikenal sebagai santri Sunan Giri, yang menambah nilai spiritual dan historis dalam perannya sebagai pemimpin.

Selain itu, Mbah Punuk dan Mbah Sabilan juga memiliki peran penting dalam sejarah Lamongan.

Baca Juga: Jumlah Lansia di Jatim Tertinggi Nasional, Puguh Anggota DPRD Jatim Fokuskan Kebahagian Lansia: Menua Sehat dan Menguat

Mbah Sabilan, yang nama aslinya belum diketahui, sangat erat kaitannya dengan tradisi lamaran calon pengantin perempuan di Lamongan.

Tradisi ini berakar dari kisah putri Adipati Wirasaba, Dewi Andanwangi dan Andansari, yang melamar kedua putra Raden Panji Puspa Kusuma.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: lamongankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X