jawa-timur

Pelatihan Budidaya Jamur dari Bonggol Jagung di Bojonegoro Dorong Pemberdayaan Ekonomi Petani Milenial dan Masyarakat Desa

Sabtu, 2 Agustus 2025 | 08:08 WIB
Pemuda Bojonegoro Manfaatkan Limbah Bonggol Jagung untuk Usaha Jamur Produktif (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pelatihan Budidaya Jamur dari Bonggol Jagung di Bojonegoro Dorong Pemberdayaan Ekonomi Petani Milenial dan Masyarakat Desa

Masyarakat Bojonegoro semakin digerakkan untuk mengasah keterampilan berdasarkan potensi lokal yang dimiliki.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan di daerah tersebut.

Baca Juga: Vanenburg Ogah Main Aman Lawan Malaysia: Ini Derbi, Harus Menang Secara Terhormat

Salah satu langkah yang diambil adalah pelatihan pembuatan jamur menggunakan bonggol jagung sebagai media tanam.

Acara pelatihan berlangsung di Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro pada hari Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara Balai Usaha Ekonomi Aisyiyah (BUEKA), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, petani milenial, serta petugas penyuluh pertanian setempat.

Baca Juga: Vanenburg Yakin Garuda Muda Tak Butuh Latihan Penalti Jelang Final Lawan Vietnam

Andre Septia Wahyu Saputra, pemuda inspiratif asal Desa Mojorejo Kecamatan Kedungadem, hadir sebagai narasumber utama.

Andre mengemukakan bahwa bonggol jagung yang selama ini dianggap limbah ternyata mampu digunakan sebagai media tanam jamur yang memiliki nilai ekonomis.

Ia menjelaskan teknik dan manfaat pengolahan limbah pertanian itu sebagai alternatif usaha produktif di desa.

Baca Juga: Dua Ganda Indonesia Tampil di Macau Open 2025: Sabar/Reza Melaju, Bobby/Melati Terhenti di Laga Awal

"Kita ingin menunjukkan bahwa limbah pertanian seperti bonggol jagung punya potensi besar jika dikelola dengan tepat. Ini adalah langkah kecil tapi penting untuk mengembangkan ekonomi desa dari sumber daya yang ada," ujar Andre.

Sunjarno, Penyuluh Lapangan Kecamatan Kedungadem, menyatakan pelatihan ini tidak hanya menyajikan keterampilan praktis tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah secara bijak.

Halaman:

Tags

Terkini