"Pelatihan ini adalah wujud nyata pengabdian dan edukasi kepada masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal, sekaligus menjaga lingkungan dari penumpukan limbah pertanian," terang Sunjarno.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Usai Gempa M 8,7 di Rusia
Para peserta mendapat dasar ilmu budidaya jamur sekaligus cara optimal pemanfaatan sumber daya alam Desa Panjang.
Tujuannya adalah agar warga desa dapat memulai usaha mandiri yang membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Salah satu peserta, Sofiyatun, merasa bersyukur mengikuti pelatihan ini karena membuka wawasan baru tentang pemanfaatan limbah sebagai sumber penghasilan.
Baca Juga: Lewat Safari Legislatif, Puguh Wiji Pamungkas Anggota DPRD Jatim Ajak Mahasiswa Unesa Melek Politik
“Ini membuka wawasan saya bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa jadi sumber penghasilan,” tuturnya dengan antusias.
Senada dengan itu, peserta lain, Pariati mengaku pelatihan ini memberinya semangat baru untuk berwirausaha. Ia juga berusaha mencoba budidaya jamur di rumah.
“Modalnya tidak terlalu besar, bahan bakunya juga mudah didapat di desa. Ini sangat cocok untuk pemuda desa yang ingin memulai usaha,” ujarnya. (gha)
Artikel Terkait
Pemkab Bojonegoro Gandeng PT Sewu Segar Nusantara Tanam Pepaya California Maksimalkan Lahan Tidur demi Kemandirian Pangan Lokal
Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lewat Program GAYATRI dan Pelatihan IKM
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Pengisian Tabel Monitoring Kinerja ASN Fungsional dan Pelaksana
Pemkab Bojonegoro Luncurkan Program Pengembangan Potensi Olahraga Pelajar untuk Meningkatkan Prestasi dan Karakter
Pemkab Bojonegoro Intensifkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Anak di Lingkungan Sekolah untuk Lindungi Generasi Muda