Pemkab juga menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) sebagai pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan masing-masing ABK.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Usai Gempa M 8,7 di Rusia
Dukungan sarana dan prasarana juga diperoleh dari CSR Bank Jatim berupa tiga unit mobil yang dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas siswa ABK di wilayah Gresik Kota, Utara, dan Selatan.
Layanan intervensi terpadu disediakan melalui Unit Pelaksana Teknis Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LP-ABK) Dinas Pendidikan.
Layanan ini meliputi fisioterapi, bina wicara, kelas transisi, vokasi, serta dukungan psikologis dan skrining pendengaran.
Baca Juga: Denny Sumargo Bantah Bela Erika Carlina Saat Podcast Klarifikasi DJ Panda
Program Parenting Week, Belajar dari Rumah (BDR), dan sistem asesmen daring menjadi bagian dari strategi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Hingga saat ini, sebanyak 454 ABK dari jenjang PAUD hingga SMP telah mengikuti program intensif yang kemudian mendapatkan pendampingan lanjutan di sekolah asal masing-masing.
Pemkab Gresik juga melakukan kerja sama dengan Universitas Melbourne, Australia, untuk mengembangkan kapasitas pendidik berbasis riset.
Baca Juga: Begini Jawaban Singkat Ria Ricis, Ditanya soal Cincin yang Dipakai
“Semua ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan dapat diakses oleh seluruh anak di Gresik, tanpa terkecuali,” tutup Wakil Bupati dr. Asluchul Alif. (gha)